SMM PANEL INDO

Mahasiswa PPG Universitas Riau Ubah Limbah Botol Kaca Jadi Karya Seni Lewat Pancasila Art Bottle

datariau.com
171 view
Mahasiswa PPG Universitas Riau Ubah Limbah Botol Kaca Jadi Karya Seni Lewat Pancasila Art Bottle

PEKANBARU, datariau.com - Kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini melalui kegiatan kreatif dan edukatif. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Pendidikan Pancasila Universitas Riau melalui proyek kepemimpinan bertajuk “Pancasila Art Bottle: Berkarya, Berkebinekaan, dan Peduli Lingkungan melalui Kreasi Seni Budaya Nusantara”.

Proyek tersebut mengajak anak-anak memanfaatkan limbah botol kaca menjadi media karya seni sekaligus mengenalkan nilai-nilai Pancasila dan budaya Nusantara dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap persoalan limbah, khususnya botol kaca bekas yang sering kali langsung dibuang setelah digunakan. Padahal, dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, barang bekas tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi benda bernilai seni.

Proyek Pancasila Art Bottle dilaksanakan oleh 10 mahasiswa PPG Universitas Riau, yakni Asniati, Asrilsyah, Delvi Aprillia, Fakhri Jannata Sholihin, Ferra Desmita, Hesty Widyaningsih, Jumaida Azzahra, Nandita Oktaviana, Qori Tasliyah, dan Siti Nurjannah.

Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Mujiono, S.Pd., M.M. selaku dosen pembimbing. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melibatkan anak-anak binaan Rumah Yatim Fastabiqul Khoirot yang berada di kawasan Panam, Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak menghasilkan karya seni dari barang bekas, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan pertama dilaksanakan pada 13 September 2026. Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan antara mahasiswa dengan anak-anak.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai bahaya limbah botol kaca. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai risiko yang dapat muncul apabila botol kaca dibuang sembarangan, mulai dari potensi luka akibat pecahan kaca hingga dampaknya terhadap keselamatan manusia, hewan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan.

Setelah mendapatkan edukasi, anak-anak kemudian diajak mengikuti praktik membuat karya seni melalui kegiatan melukis dan mewarnai botol kaca.

Dengan menggunakan botol kaca bekas sebagai media, anak-anak diberikan ruang untuk menuangkan kreativitas dan imajinasi masing-masing. Tema yang diangkat berkaitan dengan Pancasila dan budaya Nusantara.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias. Anak-anak terlihat aktif berkreasi dan menghasilkan berbagai hiasan sesuai dengan ide mereka.

Melalui aktivitas tersebut, pembelajaran mengenai Pancasila tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Nilai kreativitas, kerja sama, kepedulian, dan gotong royong juga menjadi bagian penting dalam proses kegiatan. Rangkaian proyek kemudian dilanjutkan pada 4 Oktober 2026 sebagai kegiatan kebersamaan sekaligus penutup.

Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan Rumah Yatim Fastabiqul Khoirot.

Setelah itu, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya rangkaian kegiatan Pancasila Art Bottle.

Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama antara mahasiswa PPG Universitas Riau dan anak-anak binaan Rumah Yatim Fastabiqul Khoirot.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin selama proyek berlangsung.

Melalui Pancasila Art Bottle, mahasiswa PPG Universitas Riau berupaya menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas, barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai edukatif.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan sejumlah nilai penting kepada anak-anak, seperti gotong royong, kerja sama, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Proyek ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pemanfaatan kembali botol kaca menjadi karya seni menjadi salah satu contoh sederhana penerapan prinsip penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Langkah kecil tersebut diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan untuk tidak mudah membuang barang yang masih memiliki nilai guna.

Bagi mahasiswa PPG Universitas Riau, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, membangun kerja sama, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Sementara bagi anak-anak Rumah Yatim Fastabiqul Khoirot, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, kepedulian terhadap lingkungan, semangat kebersamaan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

Para mahasiswa berharap pesan yang disampaikan melalui proyek tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga lingkungan, menurut mereka, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Hal sederhana seperti menggunakan kembali botol kaca, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan melakukan gotong royong dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Pancasila Art Bottle pun menjadi gambaran bahwa pendidikan nilai dan kepedulian lingkungan dapat dilakukan melalui cara yang kreatif dan menyenangkan.

Dari botol bekas menjadi karya seni, dari kebersamaan tumbuh kepedulian, dan dari nilai Pancasila terwujud tindakan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)