Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Rokan Baru Pesisir Sosialisasi Pembuatan POC Air Cucian Beras dan Pestisida Nabati Daun Pepaya

datariau.com
1.120 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Rokan Baru Pesisir Sosialisasi Pembuatan POC Air Cucian Beras dan Pestisida Nabati Daun Pepaya

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau periode 2024 di bawah bimbingan Dr Irwin Mirza Umami SP MP, mengadakan kegiatan Sosialiasi Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) Air Cucian Beras dan Pestisida Nabati Daun Pepaya di Desa Rokan Baru Pesisir, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan sosialisasi ini berlokasi di Kantor Penghulu Desa Rokan Baru Pesisir dan dihadiri oleh Perangkat Desa Rokan Baru Pesisir beserta warga desa yang tergabung ke dalam GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani).

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) air cucian beras yaitu penjelasan kandungan POC air cucian beras, kelebihan dan kelemahan POC air cucian beras, alat dan bahan, cara kerja pembuatan, serta dosis POC yang digunakann untuk tanaman yang dibudidayakan.

Selain itu, mahasiswa Kukerta juga memperkenalkan cara pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun papaya yang efektif mengendalikan hama secara alami untuk mengurangi penggunaan pestisida berbahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan sekirarnya.

Dalam kesempatan yang sama mahasiswa juga melakukan demonstrasi langsung pembuatan POC dari air cucian beras serta cara meracik pestisida nabati dari daun pepaya.

Cara pembuatan POC air cucian beras diawali dengan mempersiapkan alat dan bahan (air cucian beras sebanyak 1,2 L, EM 4, gula merah, botol berukuran 1,2 L, corong dan timbangan. Air cucian beras dimasukkan kedalam botol sebanyak 1,2 L.

Selanjutnya dihaluskan gula merah dan ditimbang sebanyak 50 g, kemudian dilarutkan dalam air cucian beras. Setelah itu, ditambahkan EM 4 sebanyak 4 tutup botol lalu diaduk hingga tercampur merata dengan air cucian beras.

Fermentasi selama 14 hari hingga menjadi pupuk. Selama proses fermentasi, tutup botol sebaiknya dibuka setiap 2 hari sekali agar uap gas yang didalam botol tidak meledak.

Sedangkan cara pembuatan pestisida nabati daun papaya yaitu disiapkan 1 kg daun papaya, kemudian dipotong hingga menjadi bagian-bagian kecil.

Kemudian dikering anginkan selama seminggu dan dihaluskan. Daun pepaya yang telah halus diayak dan diambil sebanyak 100 gram.

Ekstrak daun sirsak dilarutkan dengan air sebanyak 1 L dan ditambahkan 1 ml sabun cuci piring sebagai perekat. Homogenkan larutan dan didiamkan selama 30 menit hingga 1 jam sebelum diaplikasikan.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong para petani di Desa Rokan Baru Pesisir untuk mengesampingkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan serta beralih menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan di lahan mereka untuk mendukung program Sustainable Agriculture.

Dalam sosialisasi ini mahasiswa Kukerta juga memberikan brosur cara pembuatan pupuk dari limbah organik lain diantaranya POC limbah kulit singkong, POC kulit pisang, POC limbah rumah tangga, POC daun pepaya, dan kompos jerami padi.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)