Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Benteng Hulu Membuat Program Bercocok Tanam Metode Hidroponik

datariau.com
1.482 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Benteng Hulu Membuat Program Bercocok Tanam Metode Hidroponik

DATARIAU.COM - Desa Benteng Hulu memiliki lahan yang sempit untuk bisa ditanam sayuran dan masyarakatnya belum mengetahui bagaimana cara bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik.

Maka dari itu Mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Benteng Hulu membuat program bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik yang bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sempit agar bisa dipakai untuk bercocok tanam dan masyarakat bisa mengetahui bercocok tanam dengan cara hidroponik.

Setelah menentukan program pembuatan hidroponik ini, mahasiswa berkonsultasi dengan Kerani Desa Benteng Hulu terkait dengan rencana pembuatan hidroponik dan terkait dengan lahan yang akan digunakan sebagai lahan untuk membuat hidroponik.

Lahan tersebut berada tepat di belakang Kantor Desa Benteng Hulu. Setelah berkonsultasi dengan Kerani mahasiswa membuat desain hidroponik.

Mahasiswa mendesain hidroponik. Mahasiswa mendesain hidroponik dengan metode EBB dan Flow.

EBB dan Flow adalah metode penanaman hidroponik dengan mengatur waktu, metode ini juga menggunakan tabung untuk mengaliri air yang berlebih agar tidak merusak tanaman yang sudah ditanam.

Setelah mendesain hidroponik selanjutnya mahasiswa merangkit dasar untuk penombang sarana hidroponik yang terbuat dari pipa ukuran 2.5 inci, untuk kaki atau dasar penompang menggunakan pipa ukuran 1 inci, membutuhkan 6 ellbow ukuran 1 inci dan 10 pipa T ukuran 1 inci unttuk kaki atau dasar penompang hidroponik.

Untuk media penanaman hidroponik membutuhkan 2 buah pipa ukuran 2.5 inci yang di bagi menjadi 4 dengan panjang 1 garis media penanaman sepanjang 2 m. 6 ellbow ukuran 2.5 inci untuk penyambung anatara pipa media tanam hidroponik.

Setelah penyambungan dan merangkit media tanam untuk hidroponik mahasiswa berkonsultasi dengan Kerani tentang bibit sayuran apa yang cocok untuk ditanam pada media hidroponik tersebut.

Bibit sayuran selada, sawi dan pakcoy disarankan untuk ditanam. Setelah menentukan bibit yang akan ditanam pada media hidroponik, selanjutnya mahasiswa melakukan membuat lubang untuk meletakkan media tanaman di pipa, dibutuhkan sekitar 28 lubang yang akan diisi dengan botol bekas yang sudah dibentuk untuk media tanam di hidroponik.

Selanjutnya proses penyemaian benih sayuran pada media rockwoll. Rockwoll di potong dengan ukuran 4 X 4 Cm sebanyak 28 buah.

Setelah rockwoll dipotong sesuai ukuran, rockwoll dilubangin di tengah-tengah, setelah dilubangi bibit sayuran ditaruh di rockwoll yang sudah dilubangi.

Setelah bibit telah ditaruh di rockwoll dilubangin, taruh dan diamkan bibit yang sedang disemai di tempat yang lembab dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Benih-benih sayuran itu pecah dan tumbuh, namun tidak semua tumbuh, karena pertumbuhan bibit sayuran tergantung dengan jenisnya.

Bibit sawi yang pertama kali pecah dan bibit pakcoy yang terakhir pecah, sedangkan bibit selada tidak tumbuh.

Selang beberapa hari, mahasiswa kemudian memindahkan bibit sayuran yang sudah disemai, ke tempat hidroponik yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pada intinya keterbatasan lahan bukan menjadi kendala untuk mahasiswa dalam bercocok tanam dan menanam makanan yang sehat yaitu sayuran.

Maka dari itu manfaatkan lahan lahan kosong dan sempit dengan membuat tanaman hidroponik dapat mengurangi hama pada sayuran yang disebabkan oleh tanah. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)