BENGKALIS, datariau.com - Kebakaran hutan merupakan kejadian yang dapat terjadi kapan saja. Dampak kebakaran hutan dan lahan dapat menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.
Desa Sumber menjadi salah satu titik yang menjadi daerah rawan kebakaran. Beberapa tahun silam, sempat terjadi kebakaran hutan melanda Desa Sumber Jaya ini. Maka dari itu, Tim Kukerta MBKM UNRI merancang sebuah program kerja terkait Kebakaran Hutan dan Lahan.
Tim Kukerta MBKM UNRI terdiri dari sepuluh orang mahasiswa Jurusan Sosiologi Vedro Yonatan, M Rosyidin, Eksacta Ramadhan, Ajeng Sri Rahayu, Neyki Hayya Aqila, Ayudia Nisa, Rhafa Rania, Khansa Aqila Zahra, Dianita Ramadhani, Syarifah Rania Mannawasalwa, mereka dipandu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti SSos MSi.
Sebelumnya, Tim Kukerta MBKM UNRI telah memasang banner tanda peringatan daerah rawan terbakar di beberapa titik yang menjadi pusat rawan api. Pemasangan banner peringatan ini didampingi langsung oleh pihak MPB (Masyarakat Peduli Bencana).
Adanya banner peringatan ini diharapkan agar masyarakat dapat lebih peduli dan menjaga daerah sekitar agar tidak mengakibatkan munculnya titik-titik api penyebab Karhutla.
Tim Kukerta MBKM UNRI berkolaborasi bersama PT Sekato Pratama Makmur melakukan sosialisasi serta pelatihan terkait Karhutla dilaksanakan pada 07 Agustus 2024 bertempat di Balai Desa Sumber Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis. Tujuan diadakannya kegiatan agar masyarakat lebih waspada sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan atau lahan.
Sulaiman selaku RPK PT Sekato Pertama Makmur menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai target setiap tahunnya yaitu nol titik api. Target seperti ini tentu butuh kerjasama yang baik agar dapat terlaksana, maka dari itu baiknya masyarakat dapat meminimalisir kegiatan yang dapat menjadi titik kebakaran seperti membakar sampah di lahan kemudian tidak diawasi, lalu membuang putung rokok di sembarangan tempat tanpa melihat api sudah mati atau belum.
Vedro Yonatan selaku Ketua Kukerta MBKM UNRI menyampaikan ucapan terimakasih atas kolaborasi yang terjalankan dengan baik. Ia turut senang program kerja yang diharapkan dapat berjalan dengan semestinya.
Kegiatan sosialisasi serta simulasi ini turut dihadiri Kepala Desa Sumber Jaya, MPB (Masyarakat Peduli Bencana), MPA (Masyarakat Peduli Api), Babinsa serta Aparatur Desa dan masyarakat sekitar. Jumlah peserta dalam kegiatan ini mencapai 45 orang. Mereka antusias menghadiri kegiatan ini, dikarenakan banyaknya pengetauan baru yang didapatkan.
MPB Desa Tanjung Belit tutut hadir pada kegiatan ini. Darwis berpendapat kegaiatan ini memberikan dampak positif kepadanya selaku MPB, pengetahuan terkait beberapa hal seperti mitigasi juga diberikan yang menambah wawasan turut serta aktif dan membantu dalam kegiatan ini.
Kegiatan diakhiri dengan simulasi langsung yang dilakukan pihak PT Sekato Pertama Makmur bersama Tim Kukerta MBKM UNRI. Simulasi ini dilakukan di lapangan bola sekitar Balai Desa dengan praktik penanganan api sederhana yaitu pembakaran ban dan kayu bakar yang langsung dipadamkan dengan alat pemadam api yang telah disiapkan oleh PT Sekato Pertama Makmur. Masyarakat antusias terhadap kegiatan ini. ***