KAMPAR, datariau.com - Sebanyak 51 orang ibu-ibu PKK Desa Bina Baru ikuti pelatihan inovasi olahan produk tempe dan tahu yang diinsiasi oleh Kukerta UNRI. Pelatihan berlangsung di aula Kantor Desa Bina Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar.
Kegiatan pelatihan menggunakan metoda demonstrasi. Ibu-ibu PKK langsung mempraktekkan cara membuat olahan tempe dan tahu menjadi makanan camilan sehat yaitu nugget tempe dan kripik tahu kaya rasa. Pelatihan dilaksankan pada Sabtu, 30 Juli 2022.
Kelompok Kuliah Kerja Nyata Balek Kampung Universitas Riau atau Kukerta UNRI di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Rina Susanti SSos MSi dengan tim Kukerta UNRI terdiri dari ketua tim Tudji Santoso (Matematika FMIPA), dengan anggota Kukerta UNRI Ariana Herawati (Matematika FMIPA), Widia Rosmasari (Matematika FMIPA), Rizka Citra Nandini (Biologi FMIPA), Siti Rahmah (Sosiologi FISIP), Wini Indrianti (Sosiologi FISIP), Septiana Harahap (Sosiologi FISIP), Kifli Raji (Ilmu Hukum), Yuli Hesman (Ilmu Hukum), Kholil Nazri (Pendidikan Kepelatihan Olahraga, FKIP).
Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Menanam Cabai Organik di Kelurahan Tuah Negeri Pekanbaru
Udin Jarnuji selaku Kepala Desa Bina Baru mengapresiasi kegiatan pelatihan pengolahan tempe dan tahu yang dilaksanakan tim Kukerta UNRI tersebut.
Kegiatan pelatihan yang diadakan oleh mahasiswa Kukerta UNRI merupakan suatu program produk unggulan daerah, karena adanya kelompok usaha serta pengusaha tahu dan tempe di desa Bina Baru.
Pelatihan yang dilakukan Kukerta UNRI ini juga sebagai upaya menciptakan peluang usaha masyarakat dalam meningkatkan pendapatan keluarga yang muaranya akan mengurangi angka kemiskinan pada masyarakat Desa Bina Baru.
Sebelumnya, di desa Bina Baru belum adanya usaha olahan tahu dan tempe manjadi jajanan pangan sehat, selain dikonsumsi sebagai lauk pauk.
Baca juga: Turunkan Angka Stunting Nasional, Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Sosialisasi di Kelurahan Delima Pekanbaru
Melalui pelatihan yang diadakan Mahasiswa Kukerta UNRI ini, kapasitas masyarakat terkhusus kelompok ibu-ibu menjadi meningkat.
Keuntungan dari produk nugget tempe, selain kaya akan gizi dan nutrisi juga dapat menjadi makanan frozenfood.
Kripik tahu sendiri tak kalah kaya akan gizi, nutrsi dan mudah dibawa saat berpergiaan. Maka dari itu mahasiswa kelompok Kukerta UNRI tertarik membuat pelatihan pengolahan dari tahu dan tempe.
Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Pelatihan Pemanfaatan Lidi Sawit Menjadi Kerajinan Piring di Desa Bukit Payung
Tudji Santoso selaku Ketua Kelompok Kukerta UNRI menyebutkan gagasan kegiatan ini muncul dari potensi yang tersedia di Desa Bina dan masalah belum terdapat inovasi atas produk usaha masyarakat berupa tahu dan tempe.
"Melalui pelatihan inovasi ini, kami selaku agent of change berharap dapat membawa manfaat bagi masyarakat dengan menciptakan inovasi produk dan peluang usaha," kata Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Bina Baru, Tudji.
Sukriati selaku Ketua PKK Desa Bina Baru beserta anggota PKK dan kelompok usaha tahu dan tempe sangat antusias dalam partisipasi berkaitan dengan kegiatan pelatihan yang diadakan Kukerta UNRI dari awal pelatihan hingga pelatihan selesai.
Dengan adanya pelatihan pengolahan ini yang diadakan Kelompok Kukerta UNRI diharapkan bisa membantu serta bisa diterapkan oleh masyarakat Desa Bina Baru sekaligus sebagai peluang usaha dan meningkatkan pendapatan ekonomi. (lis)
Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Berbagai Lomba di SDN 20 Selat Panjang Timur