KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 30 Universitas Abdurrab Tahun 2023 berkolaborasi dengan anggota PKH di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang melakukan pelatihan pembuatan jamu herbal jahe pada UMKM di desa Sungai Pinang, Kamis (10/8/2023).
Mahasiswa KKN Universitas Abdurrab terdiri dari Amalia Fauziah Rahma (Pendidikan Dokter), Caybiza Fahnia Nadhiffa (Pendidikan Dokter), Clara kartika (Kebidanan), Dedek Irawan (Ilmu Komunikasi), Heny hermawati (Farmasi), Irgi Rahmaddani (Pendidikan Dokter), Maya yuliana (Teknik Informatika), Muhammad Nur (Psikologi), Meia Zulianti (Kebidanan), Nafisah Utami (Psikologi), Putri Rahmah Aprila (Farmasi), Selfi Septia Tauri (Farmasi), Teddy Syah Siregar (Pendidikan Dokter), Yessi Jelita (Farmasi), Zakia Manaf (Farmasi), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Diki Arisandi MKom, melakukan sosialisasi dengan anggota PKH berjumlah 50 orang di desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.
Desa Sungai Pinang memiliki potensi alam yang kaya akan rempah-rempah salah satunnya jahe. Untuk memaksimalkan potensi ini, pemerintah desa bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat menyelanggaraan pelatihan pembuatan jamu jahe herbal bagi para UMKM di desa.
Pemanfaatan tanaman obat tradisional seperti jahe sudah dikenal sejak lama dalam pengobatan alternatif. Selain memiliki rasa yang nikmat, jahe juga mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan tubuh manusia. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui ara memproduksi jamu jahe secara cepat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) saat melakukan sosialisasi dengan anggota PKH mahasiswa Abdurrab diarahkan langsung oleh Ibu Marni selaku ketua PKH desa Sungai Pinang.Sosialisasi tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat desa Sungai Pinang menjaga kesehatan anggota PKH dan lansia dengan mengonsumsi jamu herbal jahe yang diproduksi oleh masyarakat desa Sungai Pinang.
Tujuan pelatihan untuk meningkatan keterampilan dan pengetahuanpara pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa sungai pinang dalam pembuatan jamu jahe herbal. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas serta mmeningkatkan nilai jual produknya.
Jahe memiliki bayak manfaat bagi kesehatan manusia seperti gangguan pencernaan, meningatkan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan jantung (hipertensi). Selain manfaat-manfaat tersebut, jahe juga memiliki potensi sebahgai bahan baku utama dalam pembuatan jamu herbal. Aroma khas dan rasa yang pedas dari jahe memberikan sensasi segar saat dikonsumsi sebagai jamu. Dengan memanfaatkan potensi ini, UMKM di desa sungai pinang dapat mengembangkan produk-produk jahe herbal yang berkualitas tinggi dan diminati oleh masyarakat.
Untuk menghasilkan jahe dalam bentuk bubuk atau ekstrak, terdapat beberapa langkah pengolahan singkat yang dapat diikuti. Berikut adalah teknik pengolahan jahe menjadi bubuj atau ekstrak untuk pembuatan jamu, langkah pertama adalah membersihkan jahe segar dengan hati-hati menggunakan air besih dan sikat lembut untuk menghilangkan kotoran dan tanah yang menempel.
Setelah dibersikan, kupas kulit jahe menggunakan pisau dapur hingga mendapatkan bagian daging jahe yang berwarna kuning muda. Lalu, potonglah jahe menjadi irisan tipis agar mempermudah proses pengeringan dan penggilingan selanjutnya. Masukkan irisan-irisan jahe ke dalam blender atau mesin penumbuk rempah-rempah.
Proses penggilingan ini akan mengubah jahe menjadi bubuk halus yang siap digunakan dalam pembuatan jamu. Kemudian saringlah bubuk jahe yang telah digiling menggunakan saringan hingga diperoleh tekstur yang lebih lembut lalu rendam bubuk jahe dalam air hangat selama beberapa jam hingga zat aktif larut ke dalam air kemudian saring cairan tersebut dengan menggunakan kain bersih atau alat penyaring untuk mendapatkan ekstrak jahe yang siap digunakan untuk bahan utama dalam pembuatan jamu.