Mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI 2021 Adakan Rumah Belajar di Desa Pandau Jaya

Admin
2.508 view
Mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI 2021 Adakan Rumah Belajar di Desa Pandau Jaya

KAMPAR, datariau.com - Proses belajar mengajar yang biasanya efektif dilakukan secara tatap muka kini beralih menjadi daring semenjak adanya pandemiCovid-19. Meluasnya penyebaran Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk menutup sekolah-sekolah dan mendorong pembelajaran jarak jauh dari rumah. Berbagai inisiatif proses pembelajaran telah dilakukan mulai dari zoom, google meet, google classroom dan aplikasi lainnya agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun di masa pandemi.

Handphone, laptop dan internet digunakan secara luas untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Namun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara daring dinilai kurang efektif. Seperti pendapat yang dikutip dari seorang pakar pendidikan Isa Anshori. Ia menilai sistem belajar daring atau online yang diterapkan sekolah saat ini tidak efektif. Sebab metode daring belum disiapkan sepenuhnya. Sehingga saat ini banyak ditemukan keluhan dan masalah baik dari siswa maupun orang tua.

"Menurut saya kalau bicara efektivitas pembelajaran secara daring untuk saat ini tidak efektif sama sekali. Karena memang tidak disiapkan. Untuk menjadi pembelajaran daring yang efektif, pemahaman guru tidak boleh hanya mengejar proses penuntasan kurikulum semata. Namun yang terpenting adalah hasilnya. Pertama pemahaman guru tentang belajar daring (online). Pemahaman itu guru tidak boleh lagi berpikir ketuntasan kurikulum tapi yang pasti hasilnya seperti apa. Yang harus dilakukan adalah merangkum satu rumpun dalam satu mata pelajaran. Jadi misalkan ada 6 pelajaran dalam satu hari, 6 dikumpulkankan ada IPA dan IPS kan. Cukup 2 mata pelajaran tapi mencakup seluruh mata pelajaran," jelasnya pada Jumat (17/7/2020).

Sejumlah kesulitan juga dirasakan orang tua murid yang membimbing proses pembelajaran anaknya di rumah. Kerena sebagian orang tua sibuk bekerja sehingga tidak punya waktu untuk membimbing anaknya belajar, selain itu penggunaan aplikasi pembelajaran daring seperti zoom, google meet dan google classroom tidak semua anak dan orang tua mengerti cara penggunaannya sehingga menghambat proses pembelajaran. Serta sulitnya materi pelajaran dari sekolah membuat orang tua kesulitan mengajarkan materi ke anaknya karena tak semua orang tua mengerti.

Oleh karena itu, mahasiswa Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Desa Pandau Jaya 2021 mengadakan kegiatan rumah belajar untuk membantu orang tua siswa dalam mengajarkan anaknya materi-materi yang belum dipahami atau yang belum didapatkan dari proses pembelajaran daring.

Kegiatan rumah belajar ini sudah dimulai sejak tanggal 19 Juli 2021 dan bertempat di posyandu RW 19 Desa Pandau Jaya. Orang tua dan anak-anak sangat antusias dalam menyambut dan mengikuti program rumah belajar yang diadakan oleh mahasiswa Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Desa Pandau Jaya 2021.

Rumah belajar diadakan setiap Senin-Rabu, dari pukul 08.00 WIB s/d selesai. Sebelum jam 08.00 WIB anak-anak sudah berdiri di depan pintu posyandu menanti kakak-kakak dan abang-abang mahasiswa Kukerta.

Bunga Indriani SE selaku salah satu orang tua murid sangat mengapresiasi kegiatan rumah belajar oleh mahasiswa Kukerta.

“Kami sebagai orang tua sangat senang dan berterimakasih kepada para mahasiswa Kukerta yang mengadakan kegiatan rumah belajar ini. Ditambah lagi anak-anak kami juga sudah rindu sekolah offline. Dengan adanya kegiatan ini tentu sangat bermanfaat dalam membantu anak-anak kami mengikuti pelajaran dan bertemu teman-teman,” ucapnya kepada kelompok mahasiswa Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Desa Pandau Jaya 2021. (Aulia Asyathul Hafizah)