DATARIAU.COM - Mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar dengan Dosen Pembimbing Lapangan Nur Azlina SE MSi Ak AAP CA berkunjung ke pabrik tahu yang sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu yang terletak di Desa Pandau Jaya tepatnya di RW 18. Tujuan pengunjungan adalah guna mempelajari proses pembuatan tahu dari bahan mentah hingga menjadi produk. Tujuan ini juga diiringi dengan mahasiswa melakukan pengidentifikasian pangan guna pencegahan stunting.
Stunting adalah kekurangan gizi kronis pada anak yang terjadi pada awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta memiliki produktivitas yang rendah. Stunting ini disebabkan oleh banyak faktor yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak.
Tahu adalah makanan yang terbuat dari perasan biji kedelai yang di koagulasi. Karena berbahan dasar kacang kedelai, tahu pun menjadi makanan yang memiliki protein yang tinggi. Menurut National Institute of Health, protein memainkan peran penting dalam tumbuh kembang anak. Memberikan anak protein yang cukup bisa menjadi upaya orang tua dalam mencegah stunting terhadap anak. Tahu dapat menjadi makanan alternative yang dapat diberikan orang tua kepada anak guna memenuhi kebutuhan gizi. Akan tetapi alangkah baiknya tahu tidak dikonsumsi dengan cara berlebihan. Tahu sangat mudah didapat di pasar hingga di supermarket besar. Pengolahannya pun sangat mudah dilakukan dan dapat dikreasikan menjadi makanan yang disukai oleh anak.
?Pengedukasian stunting yang akan diberikan mahasiswa kukerta Unri ini kepada masyarakat dilingkunagn RT kami sangat bermanfaat dikarenakan masih banyak warga yang kurang paham arti stunting dan dampaknya bagi anak dimasa depan," kata Basori selaku Ketua RT 2 di RW 18 Desa Pandau Jaya.
Mahasiswa ditunjukkan langsung oleh pemilik pabrik bahan dasar pembuatan tahu yaitu kacang kedelai. Pemilik juga menerangkan proses pengolahan kacang kedelai yang dibantu oleh alat-alat yang cukup tradisional hingga menjadi tahu dan dapat dipasarkan. Pekerja yang dimiliki oleh pemilik pabrik pun tidak terlalu banyak karena mengingat pemilik pabrik baru merintis usaha ini.
Pencegahan stunting merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh kelompok KKN yang di bimbing oleh Ibu Nur Azlina ini. Kunjungan ke pabrik tahu ini dilakukan oleh mahasiswa untuk mendapat informasi secara langsung mengenai pengolahan pangan yakni tahu yang memiliki sejuta manfaat dan dapat menjadi alternative makanan guna memenuhi nutrisi anak dalam upaya pencegahan stunting. Dari kunjungan ini mahasiswa akan merealisasikan pengedukasian mengenai manfaat dan pengolahan makanan berbahan dasar tahu kepada warga setempat yakni warga RW 18 Desa Pandau Jaya khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki anak bayi berumur dibawah satu tahun. (rls)