XIII KOTO KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 127 menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pembangunan bank sampah di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Program kerja unggulan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong kesadaran warga dalam mengelola sampah secara lebih baik, teratur, dan berkelanjutan.
Pembangunan bank sampah ini dilatarbelakangi hasil observasi mahasiswa di lapangan yang menemukan masih minimnya fasilitas pemilahan sampah di Desa Muara Takus. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Kelompok 127 untuk menghadirkan fasilitas sederhana yang dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendukung kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 8 Gelar Kegiatan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Kampung Tengah
Fasilitas bank sampah yang dibangun terdiri atas dua bilik pemilahan. Bilik pertama diperuntukkan bagi sampah organik, seperti sisa makanan dan buah-buahan. Sementara bilik kedua digunakan untuk menampung sampah anorganik, di antaranya plastik, kaca, kertas, kardus, dan besi.
Kedua bilik tersebut dicat dengan warna hijau cerah serta dilengkapi pintu berbahan jaring kawat. Masing-masing bagian juga diberi label yang jelas sehingga memudahkan masyarakat mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Ketua Kelompok 127 UMRI, Muhammad Ridhan Maulana, mengatakan pembangunan bank sampah merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang ada di desa.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 49 Edukasi Siswa MIN 1 Siak tentang Pentingnya Makanan Bergizi
Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya berorientasi pada terciptanya lingkungan yang bersih, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada masyarakat.
"Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga Desa Muara Takus. Bank sampah ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah, sehingga sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang atau dijual," ujar perwakilan mahasiswa KKN.
Pengelolaan sampah secara tepat dinilai dapat memberikan berbagai manfaat. Sampah organik yang sebelumnya dibuang begitu saja dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kompos, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan, dipilah, kemudian disalurkan kepada pihak yang membutuhkan untuk proses daur ulang.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, sistem tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru apabila pengelolaannya dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Dalam proses pembangunan, mahasiswa KKN Kelompok 127 juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari warga Desa Muara Takus. Masyarakat terlibat mulai dari tahap perencanaan, gotong royong pembangunan hingga proses pengecatan fasilitas bank sampah.
Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari program karena keberadaan fasilitas tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa adanya kesadaran dan komitmen bersama untuk menggunakannya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Sebagai simbol kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat, mahasiswa bersama warga juga membubuhkan cap tangan pada bagian dinding bank sampah. Jejak tersebut menjadi simbol kolaborasi sekaligus kenang-kenangan dari pelaksanaan program pengabdian mahasiswa UMRI di Desa Muara Takus.