SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 29 menggelar sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan di SD Negeri 06 Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ike Sumawaty, SH., MH. tersebut diikuti puluhan siswa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UMRI dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Mereka diperkenalkan dengan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun dunia digital.
Baca juga:[VIDEO] Mahasiswa Kukerta Sosialisasi Aplikasi PJJ Untuk Guru SD Negeri 06 Sengkemang
Materi yang diberikan mencakup bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun melakukan kekerasan terhadap teman merupakan perilaku yang dapat memberikan dampak serius bagi korban.
Selain mengenali bentuk-bentuk perundungan, mahasiswa KKN juga menjelaskan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan. Korban bullying dapat mengalami trauma, kehilangan rasa percaya diri, penurunan prestasi belajar, kesulitan bersosialisasi, hingga gangguan kesehatan mental.
Agar materi tidak sekadar menjadi pemahaman teoritis, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan roleplay. Para siswa diajak mempraktikkan tindakan yang tepat ketika mengalami maupun menyaksikan perundungan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta BK UNRI 2021 Sosialisasi Aplikasi PPJ Kepada Guru SDN 06 Sengkemang
Melalui simulasi tersebut, siswa didorong untuk tidak menjadi bystander atau sekadar penonton ketika terjadi bullying. Mereka diajak berani mengambil sikap, memberikan dukungan kepada korban, serta melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau pihak sekolah yang dapat memberikan penanganan.
Kegiatan juga diisi dengan kampanye deklarasi anti-bullying. Para siswa bersama mahasiswa KKN UMRI menyatakan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan.
Ketua Kelompok KKN UMRI Kelompok 29 mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan membangun kesadaran bersama di kalangan siswa bahwa pencegahan bullying merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Baca juga:Hari
Terakhir Kegiatan, Mahasiswa Kukerta BK UNRI 2021 Lakukan Laporan
Lokakarya dan Penyemprotan Disinfektan di Kampung Sengkemang
Menurutnya, siswa tidak hanya perlu mengetahui apa itu bullying, tetapi juga harus memahami bagaimana bersikap ketika melihat atau mengalami perundungan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa berani bersuara dan melaporkan apabila menemukan tindakan bullying. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ujarnya.
Pihak SD Negeri 06 Kampung Sengkemang menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMRI tersebut. Edukasi mengenai pencegahan bullying dinilai penting untuk diberikan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya sekolah yang positif.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Pihak sekolah juga berharap kolaborasi dengan mahasiswa UMRI dapat terus memberikan manfaat bagi para siswa dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya sekolah yang ramah, inklusif, saling menghargai, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UMRI dalam mendukung pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. Dengan menanamkan nilai empati, keberanian untuk bersuara, dan sikap saling menghormati sejak dini, diharapkan tercipta generasi muda yang mampu membangun lingkungan sosial yang lebih aman dan positif.***