SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Ikut Lestarikan Jaran Kepang di Desa Harapan Jaya

datariau.com
139 view
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Ikut Lestarikan Jaran Kepang di Desa Harapan Jaya
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan kesenian tradisional Jaran Kepang bersama masyarakat Desa Harapan Jaya, Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan kesenian tradisional Jaran Kepang bersama masyarakat Desa Harapan Jaya, Kabupaten Pelalawan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa sekaligus ikut mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional yang masih berkembang hingga saat ini.

Jaran Kepang merupakan kesenian tradisional yang memadukan unsur tari, musik, dan kebersamaan dalam sebuah pertunjukan. Bagi masyarakat Desa Harapan Jaya, kesenian tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Baca juga:Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Turut Semarakkan Malam Tirakatan HUT RI ke-81 di Desa Harapan Jaya


Kelompok Jaran Kepang Desa Harapan Jaya telah berdiri sejak 2015. Kelompok yang dipimpin Cahyo tersebut hingga kini terus mempertahankan keberadaan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN UIN Suska Riau hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan Jaran Kepang bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa menjadi bentuk partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana sebuah tradisi dipertahankan secara turun-temurun.

Koordinator Desa KKN UIN Suska Riau Desa Harapan Jaya, Femas Dwi Andhika, mengapresiasi masyarakat yang masih konsisten menjaga kesenian tradisional tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Desa Harapan Jaya yang masih menjaga dan melestarikan kesenian tradisional seperti Jaran Kepang. Bagi kami, kehadiran mahasiswa KKN bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga untuk belajar dan ikut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Ciptakan Sirnadu, Inovasi Sirup Nanas Madu untuk Tingkatkan Nilai Tambah Potensi Desa Harapan Jaya


Menurut Femas, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan budaya menjadi pengalaman penting selama menjalankan KKN. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga diharapkan mampu berinteraksi dan memahami berbagai potensi yang dimiliki masyarakat desa.

Ia berharap Jaran Kepang di Desa Harapan Jaya dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh generasi muda.

“Semoga kesenian ini terus berkembang dan semakin dikenal oleh generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Jaran Kepang Desa Harapan Jaya, Cahyo, mengatakan keberadaan kesenian tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan hiburan.

“Jaran Kepang bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari budaya yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Baca juga:Perkenalkan Berbagai Profesi Kepada Anak-anak, Mahasiswa Kukerta UNRI Aktifkan Kembali Taman Pustaka Desa Harapan Jaya


Sejak dibentuk pada 2015, kelompok Jaran Kepang menjadi ruang bagi masyarakat Desa Harapan Jaya untuk menyalurkan minat di bidang seni sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kesenian tersebut juga menjadi salah satu contoh bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern. Keberlangsungannya tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

Kepala Desa Harapan Jaya, Jabari, turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan kelompok Jaran Kepang. Menurutnya, kegiatan seni dan budaya dapat menjadi wadah positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjaga sebuah tradisi, sekaligus memahami nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Penulis
: Hefni Herlinda
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)