Kukerta Unri Kelurahan Tanjung Palas Membuat Pakan Alternatif Ikan Lele Berbahan Dasar Limbah Ikan Teri dan Singkong

Ruslan
645 view
Kukerta Unri Kelurahan Tanjung Palas Membuat Pakan Alternatif Ikan Lele Berbahan Dasar Limbah Ikan Teri dan Singkong
Foto: Ist

DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Tim Kukerta Balik Kampung Universitas Riau Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai turut serta dalam pembuatan pakan ikan lele.

Kegiatan itu dilakukan di Jalan Bandes, RT 02, Kelurahan Tanjung Palas dalam periode Kukerta Gelombang ke-3 Unri bulan Juli-Agustus.

Pembuatan pakan ikan lele ini dilakukan oleh tim kukerta bersama dengan Ramli selaku pemilik dari usaha tambak ikan lele tersebut.

Usaha tambak ikan lele tersebut terdiri dari beberapa kolam, yang mana dalam seharinya untuk pemberian pakan ikan lele tersebut dapat menghabiskan 9 kg pakan ikan.

"Ikan lele ni saya beri makan 3 kali sehari, pagi siang sama sore. Untuk sekali kasih makan kira-kira bisa menghabiskan sampai 3 kg pakan," jelas Ramli.

Tentu hal tersebut dapat mempengaruhi laba yang akan didapatkan. Untuk usaha tambak ikan lele sendiri, biaya untuk pakan menjadi biaya terbesar yang harus dikeluarkan. Hal ini membuat pengusaha ternak lele untuk memikirkan alternatif dalam mensiasati kondisi tersebut.

Pakan juga menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang pertumbuhan ikan lele. Walaupun, ikan lele dapat memakan segala jenis makanan yang diberikan, tetapi belum tentu pertumbuhannya akan bagus.

Pemilik tambak lele, Ramli mengatakan, ikan lele akan mengalami pertumbuhan sangat cepat jika diberi makan dengan usus ayam, akan tetapi ikan lele yang dihasilkan kualitasnya tidak terlalu baik.

Daging ikan lele menjadi amis dan tidak manis, kolam yang digunakan untuk tambak lele juga akan berbau menyengat yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Tim kukerta bersama Ramli membuat pakan alternatif sebagai pemecahan masalah yang ada. Pakan alternatif yang dibuat memanfaatkan limbah ikan teri atau sisa ikan teri sebagai dasar bahan pembuatannya.

Dengan memanfaatkan bahan tersebut, biaya untuk pakan dapat diminimalkan. Kandungan protein dalam ikan teri pun cukup untuk menunjang pertumbuhan dari ikan lele.

Untuk segi pembuatannya pun sangat sederhana. Limbah atau sisa ikan teri cukup dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti dedak, parutan singkong dan air. Semua bahan dicampur hingga merata, dan pemadatan serta penyetakan pakan dapat menggunakan mesin penggiling daging.

Pakan hasil gilingan tersebut tinggal dijemur hingga kering, dan pakan dapat diberikan kepada ikan lele.

"Pakan untuk ikan lele memang banyak tersedia di pasaran, dari yang murah hingga yang mahal. Kalau pengen hasil ikannya bagus, tentu harus dikasih pakan yang mahal, tapi modal keluar jadi banyak. Terus kalau dikasih pakan yang murah, hasil ikannya jadi tidak terlalu bagus. Makanya dengan membuat pakan sendiri, saya kira dapat menjadi solusinya. Biayanya dapat kita kurangi, dengan hasil pakan yang tetap cukup bagus. Karena kita tau kandungan dari bahan-bahan pembuat pakannya," jelas Icha, salah satu anggota tim kukerta. (ril)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)