SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 55 Kampung Dosan, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), menggelar demonstrasi bertajuk “Dari Dapur ke Kebun” di halaman Posko KKN UMRI Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga. Warga RK 01 Kampung Dosan tampak antusias mengikuti kegiatan yang memperkenalkan cara mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik untuk tanaman.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Raifan Wahyu Satria dan Indah Nainggolan, mengatakan kegiatan “Dari Dapur ke Kebun” digagas untuk mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama limbah organik yang berasal dari aktivitas memasak sehari-hari.
Baca juga:Dosen Ilmu Pemerintahan UNRI Sosialisasi Pembangunan Kampung Hijau Melalui BUMKam di Dosan
Menurutnya, berbagai jenis limbah dapur seperti sisa sayuran dan buah-buahan sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan baik. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah.
“Banyak limbah dapur seperti sisa sayuran dan buah yang sebenarnya masih bisa diolah menjadi pupuk kompos. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan kepada warga bahwa mengelola sampah dapur itu mudah dan bisa langsung dipraktikkan di rumah masing-masing, sekaligus mendukung kegiatan berkebun warga,” ujarnya.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa KKN memperagakan secara langsung tahapan pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik. Proses dimulai dari pemilahan bahan organik yang dapat dimanfaatkan, kemudian dilanjutkan dengan proses pengomposan hingga cara penggunaan pupuk pada tanaman.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta MBKM FISIP UNRI Launching Program DIBA Kampung Dosan
Tidak hanya menyaksikan, warga yang hadir juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengikuti secara langsung sebagian tahapan pengolahan. Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung secara aktif dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat di lingkungan rumah masing-masing.
Ketua RK 01 Kampung Dosan, Afrizon Azuar, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pengolahan limbah dapur sangat relevan dengan kebiasaan warga yang banyak melakukan kegiatan berkebun.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi banyak warga di sini yang memang gemar berkebun. Semoga ilmu tentang pengolahan limbah dapur menjadi pupuk ini bisa terus dipraktikkan dan menjadi kebiasaan baik warga RK 01,” katanya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Ia berharap kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN tidak berhenti pada pelaksanaan demonstrasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dengan demikian, limbah organik rumah tangga yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.
Program “Dari Dapur ke Kebun” juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Pengurangan sampah organik melalui pengomposan dinilai dapat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghasilkan pupuk bagi tanaman.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 55 Kampung Dosan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memberikan edukasi yang mudah diterapkan masyarakat. Pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat mendukung aktivitas berkebun warga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Kampung Dosan semakin peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan mampu melihat limbah organik sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
Dengan penerapan sederhana dari dapur hingga kebun, limbah rumah tangga diharapkan tidak lagi menjadi persoalan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan tanaman yang dibudidayakan masyarakat.***