Oleh: Ririn Evriani

Kesulitan Belajar dan Pembelajaran di SD Saat Pandemi Covid-19

Admin
129 view
Kesulitan Belajar dan Pembelajaran di SD Saat Pandemi Covid-19

DATARIAU.COM - Pada tahun 2019 wabah covid-19 mulai terdeteksi di Wuhan, China. WHO menyatakan penyakit tersebut sebagai pandemic dan mulai masuk ke Indonesia pada 20 Maret 2020.

Tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia merasakan dampaknya. Adanya pandemic covid-19 mengakibatkan menurunnya kualitas berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu dalam bidang Pendidikan, baik itu siswa, guru, maupun orang tua memiliki kesulitan tersendiri dalam menjalankan tugasnya di bidang Pendidikan.

Pembelajaran daring atau online dirasa kurang efektif dalam mencapai tujuan Pendidikan itu sendiri, sehingga kualitas pembelajaran pun menurun.

Pada September 2021 Dinas Pendidikan Kabupaten Siak mengeluarkan surat edaran berupa pembelajaran secara tatap muka dengan syarat guru dan siswa mengikuti prokes (protokol kesehatan), memakai masker, mencuci tangan, cek suhu dan juga jaga jarak.

Untuk pembelajaran tatap muka setelah pandemi, siswa harus dibagi menjadi 2 kelompok dalam 1 kelas terdapat 30 orang maka akan dibagi 2 kelompok untuk dijadikan sift, sift A dan sift B, sift A datang di hari Senin, sedangkan sift B datang di hari Selasa. Ini dilakukan semua kelas dari kelas 1 sampai kelas 6.

Ketika siswa sampai di gerbang sekolah sudah ada beberapa guru dan satpam menunggu untuk mengecek suhu anak, mengecek masker, jika ada siswa yang tidak memakai masker, maka disuruh pulang dan jika ada suhu siswa yang tinggi dan juga ada yang flu atau batuk, maka akan disuruh pulang, dan ini juga berlaku kepada guru, untuk menghindari terjadinya peningkatan covid-19 di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.