DATARIAU.COM - Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI mengadakan kegiatan sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun sirsak guna memberikan inovasi kepada masyarakat desa Suak Air Hitam Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir.
Untuk lebih memanfaatkan potensi lokal yaitu daun sirsak sebagai pestisida yang ramah lingkungan, mengingat keberadaan pohon sirsak di desa setempat cukup banyak sehingga inovasi ini harapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat terkhususnya untuk petani, dilaksanakan pada 14 Mei 2024.
Kegiatan ini pertama dilakukan dengan memberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai pengggunaan pestisida kimia sintetik yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga manusia sehingga dengan begitu masyarakat akan cenderung lebih ingin tahu menegenai pembuatan pestisida alami yang tentunya tidak akan merusak lingkungan dan aman untuk manusia.
Pestisida nabati adalah senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman yang dapat dibuat dari ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan.
Daun Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu bahan yang dapat kita gunakan sebagai pestisida nabati, karena daun sirsak mengandung bahan aktif squamosin, asimisin, dan tannin yang dapat berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan dan perkembangan hama, sebagai antifeedant bahkan mematikan hama. Daun sirsak memiliki spektrum yang luas dalam pengendalian hama, salah satu hama yang dapat dikendalikan adalah thrips.
Kelebihan dari penggunaan pestisida nabati daun sirsak untuk pengendalian hama adalah mudah terurai sehingga ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan manusia, bahan mudah didapatkan dan dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk pembelian pestisida sintetik.
Masyarakat yang sangat antusias setelah mengetahui bahwa tanaman sirsak yang tumbuh di pekarangan rumahnya ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pestisida yang ramah lingkungan serta mudah didapatkan.
Salah satu warga di tengah kegiatan demonstrasi pembuatan pestisda nabati dri daun sirsak yang dilakukan oleh mahasiswa KUKERTA mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa daun sirsak yang selama ini ia tahu hanya digunakan untuk obat tradisional ternyata dapat digunakan sebagai pestisida.
“Ternyata daun sirsak di depan rumahkuk bisa ku jadikan racun buat ulat-ulat di tanaman sawi ku ya, aku kira daunnya cuma bisa buat obat diabetes aja. Pembuatannya juga gampang ya,” ujarnya.
Adanya kegiatan ini merupakan bentuk penerapan kepada masyarakat atas apa yang mahasiswa dapatkan selama belajar diabngku kuliah dengan harapan apa yang mahasiwa KUKERTA sampaikan dapat meberikan dampak positif dan dapat mengubah teknik pengendalian hama yang biasanya langsung menggunakan pestisida kimia sintetik beralih ke pestisida alami yang ramah lingkungan. Sehingga peran mahasiswa ketika berada di tengah masyarakat akan benar-benar dirasakan manfaatnya.***