Inklusifitas Kampung Literasi di Maredan Barat

Ruslan
1.815 view
Inklusifitas Kampung Literasi di Maredan Barat
Foto: Ist

SIAK, datariau.com - Sejumlah dosen dan mahasiswa FKIP Universitas Riau dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menggelar kegiatan Inklusifitas kampung literasi di Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, yang sudah beralung sejak Sepmber 2020 dan terus berlanjut, dan direncakan akan di evaluasi pada akhir November 2021 ini.

Kegiatan pengabdian dengan focus Inklusifitas kampung literasi ini bertindak sebagai ketua adalah Dr. Daeng Ayub, M.Pd, Prof. Dr. Mahdum, M.Pd, Dr. M. Jaya ASdi putra, S.Si, M.Pd, Dina Syaflita, M.Pd, dan Muhammad Jais, M.Pd.

Kegiatan pengabdian ini lebih focus pada pendampingan. Dijelaskan Mahdum, ?Adapun kelompok sasaran yang akan menjadi peserta dari kegiatan pendampingan ini adalah masyarakat di Desa maredan barat, Kabupaten siak dan masyarakat dari des sekitar Maredan Barat seperti Kampung Perawang Barat, Kelurahan Maredan, Kampung Perawang, dan Kelurahan Tebing Tinggi Okura. Objek sasaran utama pengabdian ini terutama adalah kelompok pemuda, remaja, usia usia produktif termasuk kelompok perempuan baik ibu rumah tangga ataupun remaja putri diawali dengan kegiatan di Lembaga pendidikan formal dan informal. Selain itu tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan setempat juga menjadi bagian dari kelompok sasaran kegiatan ini," jelasnya.

Kegiatan PKM ini dilakukan berkaitan dengan Kampung Maredan Barat telah memiliki program kampung literasi yang dilaksanakan melalui pengabdian dosen dan mahasiswa Program studi Pendidikan Masyarakat sejak 2020. Dijelaskan Dr. Daeng Ayub, M.Pd selaku ketua Tim PKM tahun ini.

"Adanya program kampung literasi di Maredan Barat ini telah membuka peluang bagi masyarakatnya untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam mengelola alam Maredan Barat menjadi lebih baik dan bernilai ekonomi tinggi. Beriringan dengan itu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Permasalahannya adalah program yang sudah terlaksana dan sarana yang sudah ada memerlukan optimalisasi pemanfaatan sehingga lebih berdampak positif, dan tidak hanya bagi masyarakat Kampung Maredan Barat sendiri melainkan juga bagi desa-desa sekitar seperti Kampung Perawang Barat, Kelurahan Perawang, Kampung Pinang sebatang, dan Kelurahan Tebing Tinggi Okura. Oleh karena itu, diperlukan inklusifitas kampung literasi di Maredan Barat Kabupaten Siak," bebernya.

Kegiatan PKM dalam mengembangkan Kampung literasi dimulai dengan membangun perpustakaan kampung yang diberi nama ?Bintang Cemerlang? Kampung Maredan Barat yang berdampingan dengan Kantor Pemerintahan Kampung Maredan barat.

Menurut Napita, yang sekarang (24), bahwa ?Koleksi buku perpustakaan sekarang sudah 2000-an mulai dari bacaan anak-anak sampai bacaan orang dewasa, dan sudah mulai banyak dikunjungi warga setiap harinya," jelasnya.

Pembangunan perpustakaan Bintang Cemerlang awalnya di perakarsai oleh perangkat Kampung melalui anggaran kampong, dengan ukuran 4 x 4 mater dan berteras.

Perpustakaan yang sudah dibangun tahun 2020 ini, dikqatakan Aljupri, S.Sos selaku Kepala Kampung mulai digunakan pada November 2020. Hal ini berawal dari kegiatan PKM Dozsen FKIP tahun tersebut, dengan melibatkan 5 orang Dosen dan mahasiswa.

Untuk mahasiswa, sebagaimana dikatakan M. Jaya Adi Putra salah seorang anggota Tim dan termasuk penggagas Kampung literasi ini, bahwa ?Mahasiswa yang dilibatkan adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Riau yang sekaligus melakukan praktek pengenalan lapangan, di mana untuk tahun 2020 terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pertama 8 orang (Juli-September) dan tahap kedua 6 orang (Oktober-Desember)?.

Sementara itu, untuk tahun 2021 ini menurut M. Jaya, juda sudah dua kali menurunkan mahsiswa Pendidikan Masyarakat untuk melakukan pengembangan dan pembinaan Kampung literasi dengan focus memperkuat Perpustakaan, yaitu perode April-Agustus dengan 6 orang mahasiswa, dan periode September sampai Desember sebanyak 8 orang mahasiswa.

Kegiatan pengabdian tahun 2021 ini difokuskan pada kegiatan Inklusifitas kampung literasi di Maredan Barat dikatakan Muhammad Jais sebagai tim ini di lapangan.

"Dilaksanakan dengan melakukan lima tahapan, yaitu tahap persiapan, penyusunan program, sosialisasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan," paparnya.

Dijelaskannya pula, bahwa tahap persiapan dilakukan dengan menganalisis efektivitas program dan sarana yang sudah ada, tahap penyusunan program merupakan tahap menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan, kemudiasn tahap sosialisasi berupa himbauan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengikuti pelatihan yang dilaksanakan; pendampingan merupakan tahap pemberian materi dan diskusi dua arah antara tim pengabdi dengan masyarakat; dan monitoting dan evaluasi merupakan tahap penilaian capaian kinerja tim?.

Keberadaan Kampung Literasi dikatakan kepala kampung Maredan Barat Aljupri, ?Akan memberikan perluasan akses informasi kepada masyarakat, menumbuhkan dan membudayakan minat baca, mengembangkan sikap positif, dan mengembangkan keterampilan. Kemampuan penguasaan sejumlah informasi melalui berbagai media baik cetak maupun digital yang didukung dengan penguasaan keterampilan yang berpotensial bernilai ekonomi, sosial dan budaya sangat diharapkan dimiliki oleh setiap anggota masyarakat," sebutnya.

"Hal ini sebagai wujud dalam menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning), dengan pengembangan budaya baca masyarakat yang dilaksanakan melalui perpustakaan. Untuk itu perlu perluasan akses perpustakaan Bintang Cemerlang dan penguatan kelembagaannya sehingga dapat memberikan layanan yang lebih luas dan berkualitas," ungkap Kepala Kampung.

Daeng Ayub selaku ketua tim menjelaskan, "Melalui inklusifitas kampung literasi, kegiatan pendampingan terhadap kempok pemuda dan masyarakat produktif ini diharapkan akan termotivasi dan mampu untuk mengembangkan usaha mandiri/berwirausaha melalui Kampung literasi. Mereka akan menjadi terampil dalam membuatan dan memasarkan produk-produk kuliner atau kerajinan tangan khas desa mereka untuk dikembangkan dan dipasarkan di lingkungan sekitar," bebernya.

Dilanjtkan daeng Ayub, ?Melalui upaya ini diharapkan masyarakat mampu bersikap kreatif, solutif dan dan berkembang dalam lingkungan yang harmonis dan saling menghargai. Warga mampu beradaptasi, bersosialisasi serta menghasilkan kegiatan dan pendapatan untuk kehidupan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Inklusifitas bermanfaat agar kampung literasi yang sudah dikembangkan tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh masyarajat Desa Meredan Barat sendiri tetapi juga masyarakat di sekitar desa tersebut," pungkasnya.

Kegiatan pembinaan Kampung literasi di Maredan Barat ini diharapkan oleh masyarakat terus berlanjut, sampai kepada warga masyarakat benar-benar memahami makna pentingnya literasi, khususnya peran penting keberadaan dan manfaat perpustakaan desa. (ril)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)