DATARIAU.COM - Penerapan pembelajaran tematik di SD belum terlaksana seperti yang diharapkan, karena masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam penerapan pembelajaran tematik ini dan guru juga belum mendapatkan pelatihan yang intensif tentang penerapan pembelajaran tematik di SD. Dan mungkin guru sering meninggalkan kelas saat pembelajaran berlangsung.
Pada saat ini pembelajaran tematik di SD masih tergolong pada anak usia dini karena terdapat dikelas bawah yaitu kelas 1 dan 2. Adapun masalah yang sering dialami oleh beberapa Sekolah Dasar yaitu kurangnya bersosialisasi dan bagaimana praktek pembelajaran tematik, adanya pergantian guru dari kelas tinggi ke kelas rendah dan guru juga terkendala waktu dalam pembuatan perangkat pembelajaran.
Ada beberapa faktor yang menghambat dalam penerapan pembelajaran tematik di SD yaitu kurangnya pemahaman guru mengenai pembelajaran tematik, adanya pergantian guru dari kelas tinggi kekelas rendah sehingga menyulitkan guru untuk beradaptasi, kurangnya bersosialisasi dsn pelatihan secara menyeluruh tentang pembelajaran tematik, dan guru masih kesulitan pada standar kompetensi dalam pembuatan silambus dan RPP pembelajaran tematik.
Pembelajaran tematik ini akan terlaksana dengan baik jika didukung dengan laboraturium yang memadai karena dengan adanya laboraturium dan berisi berbagai alat dan sumber belajar yang dibutuhkan saat pembelajaran di sekolah dasar berlangsung, penerapan pembelajaran tematik di SD akan terlaksana dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan dan guru juga perlu memilih model pembelajaran yang tepat agar dapat mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran.
Penerapan pembelajaran tematik sangat penting untuk diterapkan disekolah dasar karena pembelajaran ini memiliki banyak nilai dan manfaat yang diantaranya penggabungan beberapa kompetensi dasar dan indikator dapat terjadi tumpang tindih materi sehingga dapat dikurangi dan bahkan dapat dihilangkan, isi/materi pelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, sehingga siswa dapat melihat hubungan-hubungan yang lebih bermakna.
Siswa lebih fokus dan tidak terpecah-pecah, karena materi yang disajikan lebih terpadu, sehingga penguasaan materi pelajaran akan semakin baik dan meningkat, dan memperkaya transfer belajar (transfer of learning) siswa, karena isi pelajaran diterapkan dari dunia nyata di sekitar kehidupan siswa.
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar dilakukan melalui tahapan-tahapan perencanaan meliputi pemetaan KD, penentuan tema, analisis indikator, penetapan jaringan tema, penyusunan silabus, dan penyusunan RPP, penerapan/pelaksanaan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan pendahuluan, inti, dan akhir, evaluasi/penilaian.
Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar sebenarnya sangat berperan penting, karena dengan adanya pemenjaraan tematik ini guru akan lebih mudah menjelaskan materi pembelajaran dan peserta didik juga mudah mengerti dari materi yang di sampaikan Guru. Namun guru juga harus selalu memperhatikan hasil dari pembelajaran apakah sudah sesuai dengan kebutuhan siswa dan siswa bisa menerima dengan baik materi yang sudah diberikan.
Guru juga dianjurkan untuk makin kreatif dalam pembelajaran tematik, agar guru bisa mengevaluasi setiap materi yang di berikan apakah sudah sesuai dengan RPP yang sudah di tentukan, apabila guru telah memberikan materi sesuai dengan RPP yang telah di tentukan namun peserta didik belum bisa menerima dengan baik materi yang sudah di sampaikan, guru harus mencari cara lain agar peserta didik bisa menerima materi itu dengan baik bagaimanapun caranya.
Dari beberapa faktor yang menghambat dalam penerapan pembelajaran tematik seperti yang telah dijelaskan di atas, ada hambatan lain yang dialami oleh guru yaitu guru kurang bervariatif dalam melaksanakan pembelajaran, terkadang guru hanya berpedoman pada buku guru saja tanpa mengembangkannya. Dalam penerapan pembelajaran tematik ini guru setidaknya memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi siswa.
Nah dalam hambatan-hambatan yang dialami tersebut, guru harus memiliki upaya untuk mengatasinya, yaitu dengan cara guru menyusun RPP per sub tema atau per tema. Jadi guru tidak perlu membuat RPP pada setiap harinya, agar pembelajaran lebih menyenangkan, guru bisa melakukan pembelajaran di luar kelas untuk mengamati benda secara langsung misalnya siswa mengamati bentuk tubuh hewan di sekitar sekolah pada kegiatan mengamati. Dengan mengamati lingkungan sekolah, siswa akan memperoleh pengalaman langsung dan lebih bersifat kontekstual.
Guru dapat memfasilitasi siswa dengan menyajikan media berupa gambar, video, benda nyata, miniature. Hal tersebut dilakukan agar dapat memancing antusias siswa untuk bertanya. Jika sarana prasarana digunakan oleh kelas lain, guru bisa melakukan mengganti dengan media atau siswa diajak keluar kelas atau lingkungan sekitar sekolah, sehingga pembelajaran tetap dapat dilakukan.
Memberikan tanda pada masing-masing soal mata pelajaran sehingga mempermudah guru dalam melakukan penilaian, dan mendiskusikan dengan guru mata pelajaran untuk mengetahui KD mana yang kurang dan KD mana yang sudah dikuasai oleh siswa. (***)
Penyusun: Lukita Angel F, Novita Sari, Ronadia S, Sri Wahyuni, Suriati (Mahasiswa Pendidikan Guru SD FKIP UIR)
Dosen Pebimbing: Dea Mustika SPd MPd