Ibu PKK Desa Sembilan Kampar Diajarkan Cara Membuat Sabun Cuci Piring

datariau.com
1.063 view
Ibu PKK Desa Sembilan Kampar Diajarkan Cara Membuat Sabun Cuci Piring

KAMPAR, datariau.com - Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau atau Kukerta UNRI tahun 2022 berikan sosialisasi kepada ibu PKK dan masyarakat tentang tingkat peluang Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sabun cuci piring di PKK Desa Bukit Sembilan, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Dosen pembimbing tim Kukerta UNRI di desa Bukit Sembilan ini adalah Dra Silvia Reni Yenti MSi. Mahasiswa Kukerta UNRI yang terlibat berjumlah 9 orang.

Menurut Ruli Ingraini Sukma, Mahasiswa Kukerta UNRI pelopor ide sabun cuci piring, pembuatan sabun ini bisa menjadi alternatif masyarakat. Ia menyebutkan tujuan dari pembuatan sabun cuci piring itu banyak, salah satunya yaitu meningkatkan peluang masyarakat dalam menciptakan produk UMKM yang mudah dibuat dan didapat.

Bahkan lebih baik lagi jika masyarakat desa Bukit Sembilan bisa memanfaatkan bahan yang lebih ekonomis dalam proses pembuatan sabun cuci piring.

Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Marsawa Sosialisasi Bahaya Bullying di SMPN 5 Sentajo Raya


Kelompok mahasiswa Kukerta UNRI juga langsung membuat sosialisasi guna merespon program kerja yang telah dirancang. Mahasiswa Kukerta UNRI Bukit Sembilan membuat sosialisasi di Aula Desa Bukit Sembilan.

Ibu Ngatisah selaku Ketua PKK desa Bukit Sembilan mengatakan bahwa masyarakat di desanya sangat antusias dan mengapresiasi atas dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Ia berharap semoga masyarakat bisa memanfaatkan ilmu yang mahasiswa berikan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa mendapatkan penghasilan dari peluang UMKM tersebut.

Pada 2 Agustus 2022, kegiatan sosialisasi mulai dilakukan di Aula Desa Bukit Sembilan. Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi pentingnya menghidupkan peluang Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), dilanjutkan penjelasan keuntungan pembuatan cuci piring yang lebih ekonomis dan pengenalan alat dan bahan yang digunakan serta fungsi sekaligus proses pembuatan. Sosialisasi ini disampaikan oleh anggota kelompok Kukerta UNRI yaitu Ruli Ingraini Sukma mahasiswa Kimia Universitas Riau dan Dian Fitriyani mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Riau.

Baca juga: Cegah Stunting di Desa Tarai Bangun Kampar, Mahasiswa Kukerta UNRI Turun ke Posyandu Teratai Putih


Beberapa bahan pembuat sabun cuci piring yang dikenalkan yakni Texaphon (untuk mengangkat lemak dan kotoran), NaCl (sebagai pengental sabun), Sodium Sulfat (untuk mempercepat pengangkatan lemak), EDTA (sebagai pengawet), Foam Booster (sebagai penambah busa), antibakteri (untuk membunuh bakteri), pewangi (memberikan bau harum pada sabun), pewarna (untuk memberi warna pada sabun), dan air (sebagai pelarut).

Setelah mendapat penjelasan, ibu Ngatasih selaku ketua PKK melakukan demonstrasi pembuatan sabun yang dibantu mahasiswa Kukerta.

Setelah Sosilisasi dan demonstrasi pembuatan sabun, mahasiswa Kukerta membagian hasil pembuatan sabun yang sebelumnya sudah dibuat. Sabun cuci piring yang dibagikan akan digunakan untuk kebutuhan masing-masing anggota. (rls)

Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Ajak Pelajar SDN 072 Pekanbaru Terapkan Program CERDIK