Dorong Pemanfaatan Limbah Hasil Kegiatan Rumah Tangga, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Adakan Demostrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras

datariau.com
924 view
Dorong Pemanfaatan Limbah Hasil Kegiatan Rumah Tangga, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Adakan Demostrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras

DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Riau mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar air cucian beras di Kepenghuluan/Desa Jojol, Kubu Babusalam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN mahasiswa UNRI yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga dalam pertanian organik.

Acara sosialisasi ini berlangsung di kantor Penghulu setempat dengan antusiasme yang tinggi. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa air cucian beras yang biasanya dibuang ternyata memiliki banyak manfaat bagi tanaman.

Kandungan unsur hara seperti N,P, K, Ca, Mg dan Vit B1 dalam air cucian beras dapat membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Ketua kelompok KKN, Jeremy Siagian, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pertanian organik.

“Kami berharap masyarakat Kepenghuluan/Desa Jojol dapat memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk organik cair untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang bisa merusak lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dibuka oleh MC. Acara dilanjutkan dengan demonstrasi oleh mahasiswa KKN MBKM Unri.

Sebanyak kurang lebih 20 peserta yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu masyarakat desa Jojol yang berstatus sebagai petani hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini memang menargetkan sasaran masyarakat yang bekerja sebagai petani.

Salah satu warga yang hadir, Ibu Ilva Diana, mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.

“Ternyata air cucian beras yang biasanya saya buang bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Ini sangat membantu kami yang bercocok tanam sayuran di rumah,” ujarnya.

Program KKN ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kepenghuluan/Desa Jojol, dalam jangka panjang, khususnya dalam hal pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Penghulu Jojol Muhammad Yamin Usman SPd yang berharap kerja sama antara pihak kampus dan desa dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Inisiatif dari mahasiswa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Semoga ke depannya, kegiatan serupa bisa terus diadakan dengan inovasi-inovasi baru,” pungkasnya.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)