Dampak Covid-19 Terhadap Pembelajaran Tingkat SD

Samsul
606 view
Dampak Covid-19 Terhadap Pembelajaran Tingkat SD

DATARIAU.COM - WHO menyebutnya sebagai Covid-19. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kata Covid-19 merupakan singkatan dari kata (CO) yang berarti Corona (VI) adalah VIrus, dan (D) adalah ?Disease alias penyakit?.

Sementara angka (19) menunjukan tahun ditemukannya varian virus tersebut, yakni tahun 2019. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan.

Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Pertama kalinya COVID-19 dilaporkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat. Kasus penularan pertama ini terungkap setelah pasien 01 melakukan kontak dekat WN Jepang yang ternyata positif COVID-19 saat diperiksa di Malaysia pada malam Valentine, 14 Februari 2020.

Adanya virus COVID-19 di Indonesia berdampak terhadap pembelajaran di sekolah khususnya pembelajaran di SD, sehingga bapak Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), adapun isi dari surat edaran tersebut yaitu : Ujian Nasional untuk tahun 2020 dihapuskan, Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya, kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal).

Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan, UAS untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya, Pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19.

Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

"Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti gurunya hanya memberikan pekerjaan saja kepada muridnya. Tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu muridnya dalam mengerjakan tugasnya. Mohon walaupun bekerja dari rumah, mohon siswa-siswa kita juga dibimbing," jelas Mendikbud.

Selama setahun lebih siswa di SDN 42 Pekanbaru hanya belajar dari rumah melalui handphone, hal ini mengakibatkan siswa malas untuk belajar, tugas rumahnya dikerjakan oleh orang tuanya dan siswa banyak menggunakan handphone sehingga beberapa siswa menjadi lebih sering bermain game di handphone, bermain tik tok, instagram dan lain-lain.

Pada akhir 2021 COVID-19 sudah mulai menurun /mereda dikarenakan pemerintah sudah menyediakan vaksin untuk siswa dan guru sehinga siswa SD sudah mulai pembelajaran tatap muka, di SD 42 Pekanbaru sudah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas tetapi pembelajaran tatap muka terbatas masih belum efektif karena proses pembelajaran hanya.

?Iya di SDN 42 Pekanbaru sudah mulai pembelajaran tatap muka terbatas, sistemnya seperti untuk siswa kelas 2 isi dalam kelasnya setengah dari jumlah siswa kelas 2 masuk dari jam 7:30 sampai jam 10:30 dan setengah dari jumlah siswa di jam selanjutnya, saya berusaha untuk mengajar dengan baik untuk mengejar materi pembelajaran walaupun waktunya tidak efektif,? jelas ibuk Yuliarni guru SDN 42 Pekanbaru. Semoga saja covid-19 bisa cepat berakhir sehingga pembelajaran di SD dapat berjalan dengan baik seperti biasanya.

Penulis
: Syafira
Tag:belajarsd
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)