DATARIAU.COM - Tim Kukerta UNRI Desa Bandar Alai Kari melaksanakan kegiatan pemanfaatan daun katuk sebagai potensi desa dalam bidang kesehatan serta edukasi stunting yang kerap diderita oleh anak-anak.
Daun katuk dijadikan topik pemanfaatan potensi desa dikarenakan khasiatnya yang dapat membantu mencegah anemia yang kadang dialami oleh ibu-ibu hamil.
Kegiatan diawali pada Rabu (11/08/ 2021) dengan survey ladang daun katuk salah satu warga desa.
Ladang yang dimiliki warga cukup luas sehingga memang cocok menjadikan daun katuk sebagai salah satu potensi desa yang bisa dimanfaatkan dengan baik.
Setelah survey, Tim Kukerta UNRI ikut memanen daun katuk untuk dijadikan puding nantinya. Menurut warga setempat, biasanya pucuk daun katuk yang muda dijadikan sebagai bahan masakan seperti gulai dengan campuran bahan lainnya.
Tim Kukerta memandang perlu adanya edukasi mengenai pemanfaatan daun katuk secara luas kepada masyarakat, terutama di sektor kesehatan agar potensi daun katuk di desa dapat berkembang dan pendapatan masyarakat bertambah.
Ekstrak daun katuk juga bisa digunakan sebagai produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui, memperlancar dan meningkatkan produsi ASI, serta kadar zat besi pada daun katuk menjadi alternatif untuk pencegahan anemia.
Hal inilah yang menjadi dasar bagi Tim Kukerta untuk membuat puding daun katuk sebagai potensi desa yang perlu dimanfaatkan lebih.
Pada dasarnya, puding daun katuk tidak jauh berbeda dengan puding pada umumnya. Bahan yang digunakan yaitu 9 gram tepung agar-agar, 50 gram daun katuk, 800 cc air mineral, 60 gram gula pasir, dan garam secukupnya.
Cara membuatnya pun sederhana, yakni dimulai dengan mencuci daun katuk hingga bersih. Lalu ambil sari daun katuk yang sudah dihancurkan. Kemudian tambahkan tepung agar-agar, gula, garam, dan air. Aduk rata. Nyalakan api sembari diaduk hingga mendidih. Setelah mendidih dituangkan kedalam wadah dan biarkan hingga uap panas hilang. Setelah itu dimasukkan kedalam kulkas. Puding daun katuk siap untuk dikonsumsi.
Kegiatan berlanjut pada Kamis sore (12/08/ 2021) di Posyandu Desa Bandar Alai Kari. Pembagian dilakukan kepada ibu-ibu hamil dan menyusui yang datang ke posyandu. Antusiasme ibu-ibu cukup baik terhadap rasa puding yang kami buat.
Sembari membagikan puding, Tim Kukerta turut membagikan brosur cara pembuatan puding agar ibu-ibu bisa mempraktekkan di rumah, serta pembagian brosur mengenai stunting dalam tujuan pengedukasian kepada warga.
Stunting sendiri adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya tidak sesuai dengan umurnya atau berada dibawah standar deviasi normal. Hal ini disebabkan ketidakcukupan gizi yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu perlu edukasi yang tepat kepada ibu hamil dan menyusui agar anak-anak tidak kekurangan gizi dan tumbuh secara normal dan sehat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto Bersama sebagai bukti pentingnya edukasi dan gizi baik bagi anak-anak sejak dini.
Kegiatan berjalan dengan lancar. Ibu-ibu hamil dan menyusui terlihat senang dan paham terhadap materi yang kami sampaikan. (ril)