Kolaborasi Mahasiswa KKNMAs 127: Dari Kampung Belutu untuk Generasi Emas

datariau.com
1.533 view
Kolaborasi Mahasiswa KKNMAs 127: Dari Kampung Belutu untuk Generasi Emas
Foto: Dina Yusnira
Program Pencegahan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan Bergizi bagi Ibu Hamil dan Balita, kolaborasi dari Puskesmas Belutu, Mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu, Pertamina, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), 06 Agustus 2025.

SIAK, datariau.com - Program Pencegahan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan Bergizi bagi Ibu Hamil dan Balita, kolaborasi dari Puskesmas Belutu, Mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu, Pertamina, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), 06 Agustus 2025.

Kegiatan Program Kesehatan digelar di Puskesmas Belutu bersama mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu bertajuk “Pencegahan Stunting & Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi untuk Ibu Hamil & Balita”.

Kegiatan yang didukung oleh Pertamina (Pertagas) melalui program Pertagas Peduli ini juga melibatkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Acara berlangsung di Puskesmas Belutu, Kampung Belutu, Kecamatan Kandis mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang pencegahan stunting dan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai Upaya untuk mencegah stunting.



Perwakilan Kecamatan Kandis menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN. Mereka menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu, berharap ilmu yang dibagikan bermanfaat bagi masyarakat Desa Belutu.

Sementara itu, pihak Pertamina Pertagas menegaskan dukungan mereka melalui program sosial perusahaan. Mereka bangga dapat mendukung kegiatan edukasi cegah stunting tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Program ini mengangkat tema “Pencegahan Stunting dan PMT Lokal” dengan beragam rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan penimbangan ibu hamil dan balita untuk memantau status gizi. Kemudian, penyuluhan mengenai stunting disampaikan langsung oleh dr Cecep Deni Kuswendi, yang memaparkan penyebab, dampak jangka panjang, hingga cara pencegahan.

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tapi juga berdampak pada kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pencegahan sejak dini melalui gizi seimbang adalah kunci utamanya,” ujar dr Cecep Deni Kuswendi dalam penyuluhannya.

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu juga turut berperan aktif dengan membagikan leaflet Cegah Stunting kepada peserta. Leaflet ini berisi informasi praktis mengenai cara pencegahan stunting sejak dini, serta penjelasan tentang berbagai bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti sayuran, umbi-umbian, ikan, dan hasil kebun sekitar, yang bernilai gizi tinggi, mudah didapat, dan terjangkau.

Puncak acara ditandai dengan pembagian PMT berbasis pangan lokal kepada ibu hamil dan balita. Langkah ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan bahan pangan sekitar demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.

Kepala Desa Belutu, Pak Da’mi, turut memberikan apresiasi dan dukungan. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN MAs Kelompok 127 Desa Belutu, Puskesmas, Pertamina, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) yang telah berkolaborasi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Belutu, khususnya dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Penulis
: Dina Yusnira
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)