Tips Menjadi Guru Idola di Kelas

Ruslan
1.012 view
Tips Menjadi Guru Idola di Kelas
Foto: Ist
Arif Tryono Guru di SMP dan SMA N 1 Kampar Kiri Tengah.

DATARIAU.COM - Orang Jawa mengatakan GURU itu digugu dan ditiru. Artinya, pendidik dapat dipercaya dan dijadikan panutan untuk peserta didiknya. Setiap siswa pasti memiliki guru favorit yang diidolakan, entah itu suka dengan pelajaran atau karena sekedar penampilan gurunya saja.

Bahkan tak jarang siswa yang memberikan gelar panggilan atau julukan kepada para gurunya. Julukan-julukan itu bisa saja dari kebiasaan, sifat, pakaian, gaya berjalan, cara berbicara dan lain sebagainya. 

Suasana yang menyenangkan dan tak membosankan itulah yang diinginkan setiap peserta didik. Berbagai metode dan model pembelajaran pun sudah dikerahkan sebagai jurus andalan menyampaikan pelajaran.

Walaupun segudang cara sudah dicantumkan dalam perangkat pembelajaran. Namun, kadangkala rencana tidak seindah kenyataan.

Ada saja kendala di kelas, siswa ribut, tidak semangat mengikuti pelajaran, tidur ketika guru sedang menerangkan, permisi ke toilet yang tak kunjung kembali, atau yang lebih mirisnya "cabut". Hal tersebut yang menjadi perhatian kita semua para pendidik. 

Dari fenomena-fenomena tersebut, mengapa itu kerap terjadi dalam kegiatan belajar mengajar? Ini pasti ada yang salah! Ada beberapa tips untuk menjadikan proses itu menjadi PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif dan Menyenangkan.

1. Semangat. Dalam menyampaikan materi Guru harus semangat, karena semangat akan memengaruhi psikologi peserta didik. Bagaimana siswa bisa bersemangat dalam menyimak pelajaran yang disampaikan guru kalau gurunya saja tidak bergairah dalam menyampaikannya. 

2. Berikan perhatian lebih terhadap siswa yang "nakal". Seorang guru akan kewalahan dalam pengelolaan kelas jika siswa "nakal" itu beraksi. Berikan perhatian yang ekstra pada anak tersebut. Salah satunya dengan dijadikan contoh dalam materi, sebut nama siswa tersebut, buat dia menjadi senang dan segan. 

Siswa akan merasa cemburu kalau yang diperhatikan hanya siswa pintar saja. Berikan keadilan padanya. Adil itu bukan sama rata, tapi sesuai dengan posisinya. Kebanyakan pendidik yang menjalin interaksi di kelas hanya siswa pintar saja. Sementara, siswa yang nakal atau biasa-biasa saja akan merasa terabaikan. 

3. Berikan apresiasi. Siswa akan merasa sangat senang jika hasil pekerjaannya mendapatkan pujian apalagi dari gurunya. Berikan penghargaan kepada siswa yang sudah melakukan hal baik sekecil apapun. Dengan tepuk tangan, pujian atau sekedar permen. Itu akan membuatnya terkesan dan bisa saja itu menjadi modal awal bagi dia untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri. 

4. Berikan motivasi di setiap kali tatap muka. Siswa akan merasa senang jika diberi motivasi yang tinggi, melalui cerita hikmah, cerita inspiratif pengalaman, atau kata-kata bijak. Dari kalimat-kalimat yang diucapkan guru itu, kita berharap ada salah satu kalimat yang membuat siswa tersentuh dan mengubah tingkah lakunya menjadi lebih baik. Bahkan mungkin bisa  menjadikan kekuatan sugestif yang dapat mengubah taraf hidupnya ke depan. 

5. Dekati siswa yang bermasalah. Dengan melakukan pendekatan personal, guru akan mengenal lebih jauh karakteristik siswa tersebut. Siswa yang bermasalah pasti ada penyebabnya. Tak akan muncul asap kalau tak ada api. Sebisa mungkin, coba "selami" kehidupannya, rasakan apa yang ia rasakan, cari solusinya, berikan semangat untuk menjalaninya, yakinkan pada diri anak tersebut bahwa dia pasti bisa melewati rintangan hidup ini. 

6. Sabar dan ikhlas dalam menyampaikan ilmu dan nasihat. Sabar memang sulit apa lagi iklas. Tetapi, mau tidak mau seorang pendidik harus melakukan hal tersebut. Lakukan dengan niat lilahita'ala. Semua yang dilakukan hanya karena Allah semata. Seorang siswa tidak akan pernah menerima pelajaran yang disampaikan oleh lisan. Siswa akan menerima pelajaran yang disampaikan oleh hati. Khususnya hati yang ikhlas. 

7. Penampilan. Kebanyakan orang  akan menilai seseorang dari penampilannya. Tak ada salahnya seorang guru berpenampilan rapi, bersih dan menarik. Bahkan hal tersebut dijadikan contoh siswa siswinya. Bagi guru wanita, berdandanlah sewajarnya. Jangan sampai menjadi perbincangan para siswa karena mengenakan lipstik terlalu tebal atau aksesoris yang mencolok. 

Jika siswa sudah nyaman dan suka pada gurunya, maka dapat dipastikan siswa akan merindukan kehadirannya. Bahkan akan merasa ada yang kurang jika guru tersebut tidak masuk. Semoga tips ini bermanfaat untuk pendidik di manapun berada. (rls)

Penulis
: Arif Tryono
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)