Tingkatkan Wawasan, SMPN 1 Kampar Kiri Tengah Gelar Studi Wisata ke Sumbar

datariau.com
1.238 view
Tingkatkan Wawasan, SMPN 1 Kampar Kiri Tengah Gelar Studi Wisata ke Sumbar
Foto: Abdul Kadir
Peserta Studi Wisata bersama Guru SMPN 1 Kampar Kiri Tengah.
PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka meningkatkan wawasan terhadap lingkungan sekaligus melatih berpikir ilmiah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar Provinsi Riau melakukan studi wisata ke Sumatera Barat (Sumbar).

"Ini kita lalukan untuk menambah pengalaman dan wawasan siswa terhadap lingkungan," kata Sumardi SPd MPd, Kepala SMPN 1 Kampar Kiri Tengah kepada datariau.com, Ahad (30/12/2018).

Sumardi menuturkan, kegiatan studi wisata dilakukan setelah siswa mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). "Tujuannya yah belajar, belajar tidak hanya dari materi buku pelajaran tapi belajar juga bisa dari memahami kehidupan lingkungan sekitar," paparnya.

Menurut Sumardi studi wisata ke Sumatera Barat sebagai 'nagari yang memegang falsafah alam takambang jadi guru' patut menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan.

"Apalagi saat ini siswa sangat memerlukan pendidikan karakter agar mereka memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai bekal dimasa depan," sebut Sumardi.

Untuk itu sambung Sumardi, waspada dan selalu hati-hati, pegang teguh prinsip kejujuran karena kejujuran modal utama dalam bermasyarakat. "Jadikan kegiatan ini sebagai proses pembelajaran, pahami dan cermatilah," pesan Sumardi.

Arif Tryono SPd, Koodinator Studi Wisata SMPN 1 Kampar Kiri Tengah menuturkan, sebagai bentuk pembelajaran langsung dengan menggunakan metode studi wisata, ini tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan siswa terutama bagi siswa SMPN 1 Kampar Kiri Tengah.

0"Mereka sangat senang dan ini pastinya membawa dampak positif bagi psikologi mereka," tutur Arif.

Arif menambahkan, untuk melatih pola pikir ilmiah siswa, maka pihak sekolah melaksanakan program studi wisata bertujuan agar siswa mampu membuat karya tulis dengan memperhatikan lingkungan sebagai objek pembelajaran.

"Tujuan utamanya untuk menambah pengalaman terhadap wawasan lingkungan apalagi di negeri yang menjadikan alam sebagai guru ini pastinya memiliki banyak manfaat bagi seluruh siswa," papar Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia itu.

Pepatah Alam Takambang jadi guru bermakna 'agar kita belajar pada alam dan berbagai fenomena yang senantiasa mengabarkan sebuah kearifan'. Sejatinya filosofi ini mengandung makna,

Kesatu menunjukkan sikap seseorang terhadap tanggungjawab yang seharusnya ia laksanakan dalam rangka pengembangan diri.

Kedua ungkapan ini bermakna menunjukan kepada kita apa yang sesungguhnya sumber dari pengetahuan dan keterampilan. AlamTakambang yakni menunjukkan sumber belajar yang sesungguhnya, yakni sumber belajar yang sungguh-sunguh dapat memenuhi "kebutuhan semua" yang sifatnya selalu ada sepanjang zaman.

"Alam diciptakan tidak hanya untuk dimanfaatkan, tetapi banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari alam yang membentang luas," sebut kandidat magister pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta Padang itu.

"Banyak sudah teknologi canggih  yang kita gunakan sekarang ini mengambil prinsip kerjanya dari alam ini," sebut Arif.

Untuk itu sambung Arif, seharusnya kita selalu bersahabat dengan alam dimanapun berada agar kita selalu dapat memetik pelajaran darinya.

Pada studi wisata, peserta akan mendapatkan materi seputar pendidikan karakter, sejarah dan budaya serta penggalian situs cagar dan budaya.



"Jadi konsep kegiatannya sederhana, peserta diajak keliling sekitar Sumatera Barat lalu diselipkan penyampaian materi," katanya.

"Pengenalan lingkungan kepada peserta sejak dini dapat menumbuhkembangkan semangat siswa untuk mengenal lingkungan, khusus budayanya di Sumatera Barat," harapnya.

Menurut Arif, studi wisata dilakukan mulai tanggal 29 sampai 31 Desember 2018 yang diikuti oleh  siswa laki-laki 71 orang dan perempuan sebanyak 87 orang ditambah majelis guru 15 orang. (abd)
Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)