Tim Kukerta Unri Ajari Masyarakat Cara Mengatasi Limbah Plastik

Bambang
313 view
Tim Kukerta Unri Ajari Masyarakat Cara Mengatasi Limbah Plastik
Ist
Mahasiswa Kukerta Unri mengajarkan cara mengatasi limbah dari plastik

SIAK, datariau.com - Tim Kukerta Tematik Universitas Riau Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib,  Siak mengadakan sosialisasi ecobrick dengan kegiatan senam bersama,  pada Sabtu, 3 Agustus 2019 lalu di Lapangan Bola Kampung Keranji Guguh. 

Program senam bersama dan sosialisasi ecobrick ini salah satunya bertujuan untuk menjalin silaturahmi bersama seluruh masyarakat Kampung Keranji Guguh agar keakraban diantaranya dapat semakin erat.

Program ini merupakan dua kegiatan yang dilaksanakan dalam satu waktu agar  yang dijalankan dapat efektif dan efisien. Inti dari program ini sebenarnya adalah sosialisasi ecobrick kepada masyarakat agar lingkungan Kampung Keranji Guguh menjadi lebih bersih dan bebas dari sampah.

Galih Razuna Alghifari, iKoordinator Desa Tim Kukerta Universitas Riau di Kampung Keranji Guguh menjelaskan, sebenarnya program ini hanya berbentuk sosialisasi ecobrick kepada masyarakat saja, namun untuk menarik minat masyarakat khususnya anak-anak maka dibuat senam bersama terlebih dahulu. 

Tujuan utama dari program ini adalah mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan kampung  agar tetap bersih. "Dan salah satu langkah untuk menjaga lingkungan tetap bersih tersebut kami kenalkan salah satu cara yang disebut ecobrick, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menampungnya didalam botol bekas khususnya sampah plastik karena sampah plastik sangat sulit dan lama untuk terurai," terangnya.

Dalam pelaksanaan program ini, ecobrick dikenalkan kepada masyarakat mulai dari pentingnya menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan bebas dari sampah, manfaat ecobrick, dampak buruk dari sampah plastik, bentuk ataupun hasil dari ecobrick yang telah dibuat, hingga cara pembuatan ecobrick. Selain itu bagi masyarakat yang ikut juga diberikan hadiah.

Namun, Galih menyampaikan kendala bahwasanya program yang dilaksanakan belum dapat menjangkau seluruh masyarakat karena pada saat program dilaksanakan yang hadir dalam program tersebut lebih banyak dihadiri oleh anak-anak. Ia berharap, kedepannya masyarakat yang tidak hadir tetap dapat mengetahui pentingnya untuk menjaga lingkungan baik dengan cara sampah plastik dibuat menjadi ecobrick maupun dengan cara-cara lainnya.(rls)

Penulis
: rilis
Editor
: bambang
Sumber
: Datariau.com