Ternyata Begini Cara SMAN 7 Pekanbaru Mencetak Generasi Kreatif

datariau.com
1.050 view
Ternyata Begini Cara SMAN 7 Pekanbaru Mencetak Generasi Kreatif
Foto: Ist.
PEKANBARU, datariau.com - Para pelajar SMA Negeri 7 Pekanbaru mengunjungi salah satu tempat tenunan yang ada di Riau yakni Tenun khas Melayu Riau "Tenun Wan Fitri" yang beralamat di Jalan Kayu Manis Kelurahan Tampan, Kota Pekanbaru. Tenun Wan Fitri ini telah berdiri sejak tahun 1983.

Disana, pelajar berkesempatan berdiskusi dengan beberapa penenun yakni Winda dan Rosna. Winda adalah seorang penenun yang paling muda dengan usia 22 tahun. Ia sudah 3 bulan bekerja di Tnun Wan Fitri, ia belajar menenun hanya 1 bulan. Motif yang dibuat Winda adalah motif tampuk manggis.

Sedangkan Rosna, merupakan pembuat motif Pucuk Rebung. Rosna menuturkan proses pembuatan motif pucuk rebung ini paling lama seminggu dan paling cepat 4 hari. Dan ia telah menjadi penenun selama 5 tahun.

Ada beberapa bahan dan motif yang digunakan dalam proses pembuatan tenunan, yaitu bahan dari benang katun (warna putih), benang emas, dan alat buat menenun, kemudian motif yang sering digunakan yakni motif wajib, siko keluang, tampuk manggis, dan pucuk rebung.

Nama alat yang digunakan untuk menenun adalah plantak yang terbuat dari kayu. Hasil dari tenunan ini bisa dijadikan kain songket, syhal, tanjak, kotak tisu, bantal, sendal yang bermotif batik, dan masih banyak lagi.



Setelah puas mengelilingi Tenun Wan Fitri, para pelajar SMAN 7 Pekanbaru bertolak ke Ratu Paksi. Di sana, para pelajar melihat cara pembuatan pernak pernik yang dihasilkan oleh karyawan ratu Paksi. Hasil kerajinannya berupa lampion yang terbuat dari benang, bunga dari goni, menghias toples, dan masih banyak lagi.

SMAN 7 telah bekerjasama dengan pemilik Ratu Paksi untuk mengajarkan siswa siswi SMAN 7 Pekanbaru untuk menghasilkan suatu kerajinan yang bisa bernilai harga jual. Tak hanya sampai di situ, pelajar melanjutkan perjalanan ke tempat pembuatan barang-barang dari rotan. Di sana mereka belajar cara membuat piring dari rotan, pembuatan keranjang buah, hulahub, keranjang, dan masih banyak lagi.



Kepala SMAN 7 Pekanbaru Dr Hj Nurhafni MPd mengatakan, bahwa ia menginginkan seluruh pelajar SMAN 7 Pekanbaru bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai jual. Bukan tanpa sebab, SMAN 7 telah memiliki sebuah program yaitu program kewirausahaan.

Oleh sebab itu, siswa dan siswi SMAN 7 ditempa memiliki jiwa interpreneur yang tinggi dengan menghasilkan karya yang bisa dijual dan dipromosikan di khalayak ramai. (rls)
Penulis
: Riki
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)