DATARIAU.COM - Tata caranya sebagai berikut: “Melakukan sholat maghrib dua rakaat, rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surat al-Kafirun, sedangkan rakaat kedua membaca al-Fatihah dan surat al-Ikhlas. Setelah salam, membaca surat Yasin sebanyak tiga kali, bacaan pertama dengan niat minta panjang umur untuk ibadah kepada Allah, bacaan kedua dengan niat minta rizki yang baik serta halal sebagai bekal ibadah kepada Allah, bacaan ketiga dengan niat ditetapkan iman. Setelah itu membaca doa nisfhfu Sya'ban yang awalnya adalah sebagai berikut:
ㅤ
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ, وَلاَ يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ…إلخ
ㅤ
Ya Allah, Wahai Dzat Yang memiliki kenikmatan, tidak ada yang memberi nikmat kepadamu wahai Dzat Yang Memiliki kemulian…dan seterusnya.
ㅤ
Kami katakan: Tidak ragu bahwa tata cara ibadah seperti adalah kebidahan (perkara yang baru) dalam agama, padahal Rasulullah telah bersabda
ㅤ
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
ㅤ
Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka ia tertolak.
ㅤ
Amalan ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Imam Nawawi berkata: “Shalat Rajab dan Sya'ban, keduanya merupakan bid'ah yang jelek dan kemungkaran yang tercela. Janganlah tertipu dengan disebutkannya hal itu dalam kitab Quuthul Qulub dan Ihya’ Ulumuddin.
ㅤ
Az-Zabidi juga berkata dalam Syarh Ihya: “Sholat ini masyhur dalam kitab orang-orang belakang dari kalangan Shufiyyah. Saya tidak menjumpai landasan yang shohih dari sunnah tentang sholat dan doa tersebut, kecuali amalan sebagian masayikh. Para sahabat kami mengatakan: Dibenci berkumpul untuk menghidupkan malam ini di masjid atau selainnya.
ㅤ
An-Najm al-Ghoithi berkata tentang sifat menghidupkam malam nishfu Sya'ban secara berjamaah: “Hal itu diingkari oleh kebanyakan ulama dari ahli Hijaz seperti Atho’, Ibnu Abi Mulaikah dan para fuqoha’ Madinah serta para sahabat Imam Malik, mereka mengatakan: “Semua itu adalah bid'ah, tidak ada dalilnya dari Nabi dan para sahabatnya”.
ㅤ
Adapun doa nishfu Sya'ban di atas, itu juga tidak ada asalnya sebagaimana ditegaskan oleh az-Zabidi. Penulis kitab “Asnal Matholib” juga mengatakan bahwa itu adalah buatan sebagian orang, dikatakan bahwa pembuatnya adalah al-Buuni.
ㅤ
Wahai hamba Allah, suatu ibadah yang tidak ada dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah serta amalan para sahabat, bagaimana kalian melakukannya?!
Padahal para sahabat mengatakan: “Semua ibadah yang tidak dilakukan oleh para sahabat Nabi, maka janganlah kalian melakukannya”.
Oleh : Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi