Ratusan Warga Tempatan Datangi SMPN 21 Pekanbaru, Protes Anaknya Tak Diterima Sekolah

datariau.com
1.042 view
Ratusan Warga Tempatan Datangi SMPN 21 Pekanbaru, Protes Anaknya Tak Diterima Sekolah

PEKANBARU, datariau.com - Kamis pagi (5/7/2018) ratusan orangtua wali murid calon siswa baru mendatangi SMP Negeri 21 Pekanbaru. Pasalnya, anak-anak mereka berasal dari warga tempatan tidak diterima di sekolah tersebut. Orangtua wali murid merasa keberatan dengan sistem baru tersebut.

"Masak saya dan anak yang tinggal hanya berbatas tembok dengan sekolah ini tidak diterima," kata warga, Ari, menyampaikan protes.

Mereka para wali murid langsung memenuhi gerbang sekolah, dan sampai ke halaman sekolah, sambil berteriak agar anak mereka diterima.

"Ini jelas-jelas telah bertentangan dengan wajib belajar 9 tahun. Pemerintah juga mengatakan bahwa sistem zonasi itu bertujuan untuk mengurangi biaya, kecelakaan sampai kemacetan," ucap Ari.

Adapun tujuan dari wali murid mendatangi SMP Negeri 21 ialah, protes anak mereka tidak diterima di sekolah tersebut dengan alasan nilai rata-rata anak mereka tidak memenuhi standar dan tidak bisa diterima.

Menurut Ari tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak sekolah ini telah mencederai cita-cita negara, dimana setiap warga negara Indonesia berhak untuk bersekolah selama 9 tahun pada tingkatan pendidikan dasar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 21, Asmar mengatakan, pihaknya hanya melakukan penerimaan siswa baru sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dari Dinas Pendidikan RI.

Ia menilai, penerimaan siswa baru ini telah sesuai dengan prosedur yang benar. "Dimana saat penerimaan kami meminta surat domisili, KK asli lalu kami input ke dalam sistem," ujar Asmar.

"Setelah data kami input maka keluarlah nilai terendah 229.70. Sedangkan yang tertinggi 274 dengan total penerimaan 192 siswa baru. Dimana zonasi kita berada di dua Kecamatan," tegasnya.

"Kami menjalankan kebijakan yang sudah ditetapkan. Ini juga sudah sesuai dengan kuota. Seandainya atasan saya membuat kebijakan baru, kami juga akan menurutinya. Mau sekolah sampai sore pun akan kami lakukan," pungkasnya.

Terkait tidak diterimanya siswa tempatan, Asmar menambahkan bahwa sebagian besar siswa tempatan justru tidak memiliki nilai akademik yang memadai sehingga kalah saing dengan penduduk bukan tempatan, namun masih dalam satu zonasi.

Selama lebih kurang satu setengah jam, mulai dari pukul 09:00 sampai pukul 10:30 WIB berada di sekolah, para wali murid baru bubar setelah mendapatkan respon dan tanggapan langsung dari kepala SMPN 21 Pekanbaru.

Sumber
: seriau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)