PEKANBARU, datariau.com - Seluruh siswa SMPN 8 Pekanbaru dan puluhan guru berkumpul bersama di halaman sekolah dalam rangka melaksanakan Gerakan Literasi Menulis SMP Negeri 8 Pekanbaru, upaya mengoptimalkan gawai dan media sosial secara cerdas, pada pagi Kamis (15/3/2018).
Dimana, dalam kegiatan Gerakan Literasi Menulis SMP Negeri 8 Pekanbaru terlihat siswa dan guru sangat bersemangat untuk menulis puisi baik dengan menggunakan handphone maupun kertas dan pena.
Namun setelah acara digelar satu jam lebih, akhirnya perwakilan siswa dan guru membacakan hasil karya literasinya yakni sebuah puisi dan cerpen di depan para siswa dan guru.
Kepala SMPN 8 Kota Pekanbaru, Yusra MPd mengatakan, acara Literasi Menulis dengan menggunakan smartphone atau handphone adalah untuk membentuk siswa dan guru agar terbiasa menulis.
"Kita tahu bahwa dalam menggunakan IT yang biasanya hanya untuk informasi, tetapi dengan gerakan Literasi Menulis ini bisa membawa dan membentuk siswa kearahan yang positif yang disebarkan melalui media sosial yang karya-karya yang positif," ujar Yusra.

Yulismar sebagai Koordinasi Literasi yang merupakan guru SMPN 8 Kota Pekanbaru mengatakan, dalam rangka menuju Sekolah Ramah Anak (SRA), maka SMPN 8 Pekanbaru Optimalkan Penggunaan Gawai dan Media Sosial melalui Gerakan Literasi Menulis. Penyalahgunaan gawai di kalangan peserta didik disikapi oleh SMPN 8 Pekanbaru dengan mengadakan kegiatan menulis. Ini adalah kegiatan menulis setelah pada tahun lalu sekolah favorit ini menerbitkan 3 buku antologi siswa dan guru baik puisi maupun cerpen.
"Peserta didik kami anjurkan menulis dengan menggunakan gawai dan kemudian mengunggahnya ke media sosial. Hal ini mengajarkan kepada para siswa agar cerdas dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Apabila mereka telah cerdas menggunakan teknologi, maka kami yakin peserta didik akan terhindar dari pengaruh buruk teknologi," ujar Yulismar.
"Kegiatan ini tidak hanya siswa, para guru dan tata usaha juga melakukan hal sama. Semua tulisan akan dibukukan dan diterbitkan. Ada 10 buku target untuk buku tahun ini. Selain itu kami juga sedang mengajak peserta didik dengan program satu kelas satu buku. Insyaa Allah sebelum tahun ajaran baru ini akan tercapai," ujar Yulismar, salah seorang guru sebagai penggerak literasi di Pekanbaru.
Azmy Azizah pelajar kelas IX 2 mengaku senang mengikuti gerakan Literasi Menulis ini. "Menurut saya acara ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita untuk giat dan rajin menulis. Tadi, saya hanya menulis tentang puisi," pungkasnya.