Mahasiswa Ubah Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Padat

Bambang
866 view
Mahasiswa Ubah Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Padat
Ist
Mahasiswa Kukerta Unri yang ditugaskan di Kampung Empang Baru, Lubuk Dalam, Siak

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kukerta (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Riau yang diketuai Valian Rahmad Lubis, mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan, melakukan pelatihan bercocok tanam bersistem akuaponik. Sistim ini  sebagai solusi pemanfaatan lahan yang sempit. 

Disamping itu, mahasiswa juga melakukan pelatihan dalam pembuatan sabut padat berbahan minyak goreng bekas sebagai solusi untuk menjaga lingkungan di Kampung Empang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Jum'at (16/8/2019) pekan silam.

Kampung Empang Baru memiliki luas wilayah 1.660 Ha. Sebagian besar wilayahnya telah dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit, sehingga banyak penduduk setempat memiliki pekerjaan sebagai petani kelapa sawit. Luasnya lahan yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit menghambat serta mengurangi pemanfaatan lahan seperti budidaya ikan dan tanaman, sehingga perlu metode yang efektif untuk memanfaatkan lahan sisa seperti melakukan bercocok tanam di lingkungan tempat tinggal sendiri.

Adapun metode yang dapat diberikan yaitu sistem bercocok tanam menggunakan sistem Akuaponik. Dimana Akuaponik merupakan salah  satu sistem yang memadukan budidaya perikanan dan budidaya tanaman atau sayuran tanpa media tanah (hidroponik). Metode ini banyak digunakan masyarakat perkotaan untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus.

Selanjutnya, minyak goreng bekas atau minyak jelantah merupakan limbah yang berasal dari minyak nabati dan digunakan kembali untuk keperluan memasak. Padahal penggunaan minyak goreng secara berulang dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur minyak. 

Kerusakan minyak dapat dipercepat oleh adanya air, protein, karbohidrat dan bahan lain serta peningkatan suhu. Semakin lama penggunaan minyak untuk menggoreng semakin tinggi pula kandungan asam lemak bebas yang terbentuk sehingga mempengaruhi bahan pangan yang digoreng.

Menurut Valian Rahmad Lubis, minyak goreng bekas banyak mengandung senyawa - senyawa yang bersifat karsinogenik yang terbentuk selama proses penggorengan sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Selain berbahaya untuk kesehatan, minyak goreng bekas juga bisa menjadi limbah yang dapat merusak kelestarian lingkungan jika langsung dibuang tanpa adanya pengolahan. Sehingga perlu adanya alternatif pengolahan minyak goreng bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis. 

Dikatakannya, beberapa cara telah dilakukan seperti mengolah minyak goreng bekas menjadi bahan bakar alternatif seperti biodiesel atau mengolahnya menjadi bahan baku pembuatan sabun. 

Kedua jenis pelatihan yang dilakukan oleh Tim Kukerta Kampung Empang Baru ini merupakan program kerja unggulan yang telah direncanakan oleh seluruh keanggotaannya yang berjumlah 9 orang.

"Saya berharap kedua program pelatihan ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat Kampung Empang Baru untuk melakukan bercocok tanam menggunakan sistem akuponik. Serta mampu memanfaatkan secara optimal limbah rumah tangga berupa minyak goreng bekas untuk dijadikan sabun, sehingga nantinya diharapkan mampu menjadi solusi untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemari," ujar Valian, selaku Ketua kelompok dan juga pemateri dalam pelatihan tersebut.

Setelah dilakukannya pelatihan tersebut, masyarakat Kampung Empang Baru sangat berantusias dan tertarik untuk melakukannya. Diantaranya adalah kaum ibu rumah tangga yang begitu tertarik dalam mengolah minyak goreng bekas menjadi sebuah sabun padat. 

Pj Penghulu Kampung Empang Baru Nur Asani mengaku cukup senang dengan pelatihan tersebut. "Kami dapat ilmu baru. Dan saya sangat tertarik soal pengolahan minyak goreng bekas ini. Saya akan mencoba mengembangkannya secara maksimal agar menjadi produk unggulan di kampung ini," akunya senang.(rls)

Penulis
: rls
Editor
: bambang
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)