Berhasil Melakukan Eksperiment

Mahasiswa Kukerta UNRI Menciptakan Penjernih Air Sederhana di Rokan Hilir

Datariau.com
629 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Menciptakan Penjernih Air Sederhana di Rokan Hilir

ROKAN HILIR, datariau.com - Kegelisahan masyarakat dengan perihal permasalahan susahnya air bersih yang ada di Desa Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir ini semakin membludak. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Desa Labuhan tangga besar mengenalkan sebuah inovasi berupa eksperiment sederhana sebagai solusi penjernih air dari wilayah desa tersebut untuk daerah desa yang merupakan lahan gambut.

Nurdin ST MT, selaku Dosen Pendamping Lapangan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa kukerta di Desa Labuhan Tangga Besar yang telah memberikan solusi terhadap suatu problematika masyarakat dengan menciptakan alat penjernih air sederhana tersebut.

"Aplikasi ilmu seperti ini yang diperlukan masyarakat dan eksperiment ini telah membantu masyarakat desa untuk mendapatkan air bersih dan semoga ini menjadi amal ibadah nantinya di akhirat kelak," ujar Dosen Teknik Sipil UNRI Jumat (9/8/2019).

Koordinator Desa, Zulfitra Yundika menerangkan bahwa. "Tim kami menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemui yaitu pasir, kerikil, arang, kain, ijuk. Adapun fungsi kerikil yaitu mengurai zat kotor/padat tanpa menghilangkan nilai nutrisi pada air tersebut. Arang berguna sebagai karbon aktif dalam penyaringan untuk menjernihkan, menghilangkan bau, dan menetralisir rasa dari air.  Sedangkan pasir, spons, dan ijuk merupakan media pengendap dan penyaring kotoran," ujar mahasiswa biologi tersebut.

Sementara itu, Wan Dila Fitri Utami merupakan mahasiswa asal Management sumberdaya perairan mengungkapkan bahwa.

"Eksperiment ini perlu kajian lebih lanjut untuk membuat dalam skala yang lebih besar karena alat ini masih berupa prototype," terangnya.

"Dan kami berharap dengan adanya prototype ini masyarakat dapat mengaplikasikannya di Desa Labuhan tangga besar ini. Karena air merupakan komponen pokok dan tidak dapat dipisahkan bagi kehidupan manusia. Dan dapat digunakan masyarakat setempat untuk wudhu di mesjid," ujar dari koordinator desa tersebut. (rls)

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)