Karena Sakit, Pelajar di Meranti Berhenti Sekolah

datariau.com
1.597 view
Karena Sakit, Pelajar di Meranti Berhenti Sekolah
Foto: Syaputra
Kediaman korban.

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Sunguh prihatin anak berusia 9 tahun harus berhenti sekolah karena terkena penyakit DMD (tak bisa berjalan atau lumpuh), sampai hari ini belum ada bantuan atau solusi untuk mengatasi penyakit yang dialami anak bernama Deni Pratama, warga Alahair Laut Jalan Rumbia Gg Rezky Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Duchenne muscular dystrophy (DMD) merupakan jenis penyakit MD yang paling umum, mayoritas penderita akan kehilangan kemampuan untuk berjalan pada umur 12 dan membutuhkan alat bantu pernapasan.

Landouzy-dejerine muscular dystrophy, yakni pelemahan pada otot wajah, paha, lengan, dan kaki. Jenis penyakit otot MD ini berlangsung secara perlahan dan dapat berkembang dari gejala ringan sampai pada gejala parah (lumpuh) Myotonic Muscular Dystrophy MMD. 

Dari pantauan datariau.com di lokasi rumah buk Lili usia 37 tahun ibunda Deni Peratama, Sabtu (28/7/2018) terlihat sedih melihat kondisi anaknya yang belum bisa berjalan, dan harus berhenti sekolah karena penyakit yang dialami Deni Pratama.

"Di akhir 2016 ada bantuan dari Baznas untuk Denis yang mengalami penyakit DMD bisa disebut lumpuh, dan Deni Pratama dibawa ke Arifin Ahmad Pekanbaru dan setelah itu tidak ada lagi bantuan sampai hari ini," katanya.

"Dari pihak SDN 17 belum ada datang menjenguk muridnya sampai hari ini, dan belum ada bantuan dari pemerintah setempat maupun pihak Dinas Sosial," bebernya.

Denis mengalami penyakit DMD ini sekitar satu tahun yang lalu dan ibunda harus mengistirahatkan anakya dari sekolah, apalagi sering dibuli di sekolah. 

"Saya berharap anak saya bisa sembuh seperti anak lain yang yang bisa beraktivitas seperti biasanya, namun apalah daya anak saya Deni Pratama harus mengalami penyakit seperti ini, dan sedihnya saya harus melihat kondisi anak saya yang tak kunjung sembuh," ungkap Lili, ibunda Deni Pratama. 

"Harapan saya saat ini, berharap ada bantuan dari pemerintah setempat dan pihak dinas sosial maupun instansi terkait agar dapat memberikan bantuan terhadap anak saya, karena saya tidak mampu lagi untuk membiayai pengobatan anak saya," harapa Lili. 

"Saya selalu berdoa semoga Allah bisa mengakat penyakit anak saya agar bisa melanjutkan masa depanya," pungkasnya.

Penulis
: Syaputra
Editor
: Agus
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)