Kadisbud Riau Jelaskan Sejarah Museum Sang Nila Utama Kepada Pelajar SMAN 12 Pekanbaru

datariau.com
877 view
Kadisbud Riau Jelaskan Sejarah Museum Sang Nila Utama Kepada Pelajar SMAN 12 Pekanbaru

PEKANBARU, datariau.com - Secara resmi, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, membuka kegiatan Museum Masuk Sekolah Tingkat SLTA se-kota Pekanbaru di SMAN 12 Pekanbaru, ditaja UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau melalui anggaran Dana Alokasi Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2019, Rabu (27/11/2019).

Dalam sambutan sekaligus sebagai narasumber sosialisasi Museum Masuk Sekolah Tingkat SLTA se-kota Pekanbaru, Raja Yoserizal Zen menyampaikan sejarah tentang asal nama Museum Sang Nila Utama kepada 150 siswa SMAN 12 Pekanbaru di ruangan Laboratorium Biologi yang dihadiri Kepala SMAN 12 Pekanbaru Hj Ermita SPd MM serta PPTK Kegiatan Museum Masuk Sekolah Tingkat SLTA se-kota Pekanbaru, Edi Yulisman serta pejabat di lingkungan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Sabri.

Nama Museum Sang Nila Utama tersebut berasal dari nama seorang Pangeran Sriwijaya yang telah menjadi Raja Bintan serta pendiri kerajaan Singapura pada tahun 1922 yang lalu. Dulunya Riau merupakan pusat kebudayaan serta pernah berada di puncak kejayaannya sebagai kerajaan besar di Nusantara.

Selain nama Museum Sang Nila Utama, dijelaskan juga bahwa museum ini memiliki 3.000 lebih ragam koleksi sejarah yang dipamerkan pada gedung yang terdiri fosil batu siput, miniatur candi dan masjid, mata uang, foto tokoh dari Riau, keramik, permainan tradisional Riau, etnografi, batik dan pakaian adat.

Sementara itu, pengunjung museum banyak dari orang luar negeri yakni pelajar Negara Thailand yang hampir 300 orang dan termasuk pelajar dari Malaysia, sedangkan pelajar yang ada di Provinsi Riau belum begitu banyak, terutama siswa-siswi sekolah yang ada di kabupaten dan kota Provinsi Riau. Meningkatkan kunjungan pelajar ke musuem ketika adanya pameran senjata tradisional se-Sumatera.

"Maka dari, melalui kegiatan ini dapat memberikan motivasi, pengenalan untuk mengetahui harga diri, identitas sejarah kebudayaan kepada siswa. Selama ini orang menilai museum sebagai objek penyimpanan koleksi saja, tetapi sebenarnya museum sebagai tempat edukasi, destinasi wisata dan juga bisa meningkatkan PAD Provinsi Riau. Bila perlu dilibatkan pihak trevel untuk mempromosikan Museum Sang Nila Utama kepada wisatawan," ungkap Yoserizal Zen.

"Kita berharap, semua sekolah bisa berkunjung dan belajar ke museum, apalagi adanya instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa belajar itu bukan saja di sekolah tetapi di luar sekolah juga perlu dilakukan, seperti belajar ke Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau," harap Yoserizal Zen.

Sementara itu, Kepala SMAN 12 Pekanbaru Hj Ermita SPd MM mengatakan bahwa semua pihak harus menghormati dan menghargai nilai-nilai sejarah budaya yang ada di Provinsi Riau.

"Kita menghimbau kepada siswa untuk banyak belajar tentang sejarah dan budaya serta destinasi wisata sejarah yang ada di Provinsi Riau ini. Kita memberikan apresisasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang memilih SMAN 12 Pekanbaru sebagai tempat sosialisasi Museum Masuk Sekolah Tingkat SLTA se-Kota Pekanbaru," ungkap Ermita. (yus)

Penulis
: Yusuf
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)