IPRY Komisariat Rohul Minta Pemda Bangun Asrama Mahasiswa

datariau.com
887 view
IPRY Komisariat Rohul Minta Pemda Bangun Asrama Mahasiswa
Gambar: Deddy
Foto bersama usai acara.

ROHUL, datariau.com - Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) Komisariat Rokan Hulu (Rohul) menggelar Halal Bihalal dan Temu Alumni di Pasirpangaraian.

Hal itu terungkap dalam acara Halal Bihalal dan Temu Alumni bertajuk "Berjumpa, Menyapa dan Bercerita dengan Bahagia", di Hotel Sapadia Pasirpangaraian, merupakan acara perdana digelar IPRY Komisariat Rohul, bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara mahasiswa dan alumni, sehingga terjalin komunikasi yang baik.

Acara dihadiri lebih kurang 75 orang tersebut, tampak dihadiri sederetan alumni Yogyakarta, seperti Samsul Kamar, Ali Ejer, Novliwanda Ade Putra, Qoni, Dewi Sonjah, Nafsiah, Amin, dan Ketua IPRY Pusat Riau Heru Astar.

Ketua IPRY Komisariat Rohul periode 2018-2019, Nofrizal Sayuti SH, dalam sambutannya mengapresiasi baik kepada alumni yang telah bersedia meluangkan waktu menghadiri Halal Bihalal dan Temu Alumni Yogyakarta.

Pada kesempatan sama, pengurus IPRY Sekretariat Rohul meminta bantuan kepada para alumni agar dapat berperan dalam upaya penyalamatan aset Pemkab Rohul yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni berupa tanah seluas 401 meter persegi yang rencana awalnya akan akan dibangun asrama mahasiswa, namun hingga sekarang belum juga terealisasi.

"Pembangunan asrama merupakan titik fokus pembicaraan dalam acara kali ini," kata Nofrizal Sayuti, Kamis (28/06/2018).

Pria yang akrab disapa Nofri menerangkan beberapa waktu lalu IPRY juga telah menyampaikan usulan pembangunan asrama mahasiswa di Yogyakarta kepada Bupati Rohul H. Sukiman.

"Kami khawatir dengan dibiarkannya aset tersebut, bahkan saat ini telah digunakan oleh masyarakat setempat untuk menyelengarakan pendidikan TK di atas lahan tersebut," kata Nofri.

"Aset ini akan sulit dikuasai kembali dikemudian hari. Yang jelas akan merugikan daerah," tambahnya.

‎Aspirasi IPRY Sekretariat Rohul mendapat tanggapan dari Samsul Kamar S.Hut, M.Si, merupakan salah seorang pencetus dan pendiri pertama IPRY Komisariat Rohul periode 1998-2000.

Samsul Kamar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/ Jasa di Sekda Kabupaten Rohul menyampaikan upaya penyelamatan aset daerah memang harus disegerakan.

"Sepengetahuan saya Pemda Rokan Hulu sudah melakukan berbagai upaya dengan melakukan pendataan aset dan sertifikat lahan tersebut di awal 2018 yang lalu oleh Bagian Aset (BPKA Rohul)," ungkap Samsul Kamar.

"Hal tersebut merupakan bukti adanya komitmen pemerintah daerah terhadap kelanjutan pembangunan asrama masiswa Rokan Hulu Yogyakarta yang sudah direncanakan sejak tahun 2006 yang lalu. Hanya saja mungkin pembangunan asrama tersebut sampai saat ini belum menjadi skala prioritas," tambah Samsul.

Samsul mengaku tahu bahwa anggaran Pemkab Rohul terbatas, sementara kebutuhan anggaran untuk pelayanan pendidikan sangat banyak.

"Semoga tahun depan hal tersebut menjadi skala prioritas," harap Samsul.

Novliwanda, alumni Yogyakarta juga anggota DPRD Rohul dari Parta Gerinda menyampaikan bahwa alumni akan sangat mendukung pembangunan mahasiswa di Yogyakarta.

"Kami tentu saja sangat mendukung pembangunan asrama tersebut, dan sudah pernah menjadi bahan diskusi kita di DPRD sesama anggota," jelas Novliwanda.

"Hal ini perlu dipahami, bukan karena adanya penganaktirian mahasiwa di daerah lain, bukan hanya Jogja. Bukan juga karena mahasiswa Rokan Hulu yang di Riau suka kritis dan demo, tapi lebih pada skala prioritas banyaknya mahasiswa yang kuliah di Pekanbaru, bahkan mungkin lebih dari 70 kali jumlah mahasiswa di Yogyakarta," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Wanda ini mengharapkan ke depannya‎ Pemkab Rohul melakukan pemetaan aset dan menyusun skala prioritas daerah, asrama mana yang akan dibangun.

"Mungkin di Jogja dulu. Bisa jadi juga di Medan, Hakarta atau Padang," sampai Wanda.

Sementara, Ali Ejer juga mantan Ketua IPRY Komisariat Rohul periode 2002 mengharapkan mahasiswa Rohul di Yogyakarta tetap menjaga kekompakan, dan terus belajar, baik akademik maupun non akademik.

"Jangan jadikan tidak adanya asrama sebagai alasan untuk tidak bersatu. Karena dulupun, periode 1999-2002 kami patungan bersama untuk menyewa sekretariat karena bantuan Pemda saat itu tidak cukup untuk sewa asrama," jelas Ali Ejer.

"Hanya spirit kebersamaanlah maka asrama yang di berada di Purwangan 71, dan pojok lor Bantul itu ada," ungkapnya.

Qoni, alumni Yogyakarta yang bekerja di BPR Rohul menambahkan, justru disebalik kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa yang ada di Yogyakarta, maka mahasiswa atau pelajar perlu lebih kreatif, dibanding mahasiswa di daerah lain.

"Jika perlu justru tunjukkan simpati pada daerah dengan mempromosikan Rokan Hulu di organisasi kemahasiswaan Riau lainnya yang ada di Yogjakarta," saran Qoni.

"Promosikan wisata religi kita dan peluang-peluang investasi di daerah kita, sehingga mahasiswa Rohul dikenal bukan mahasiswa yang bisanya merengek dan meminta-minta," tambah Qoni.

Masih di acara sama, Amin Muliya selaku perwakilan alumni berpesan kepada mahasiswa Rohul di Yogyakarta agar mampu menonjolkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik, untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Rohul.

Penulis
: Deddy
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)