Dana Sertifikasi Guru di Pekanbaru Molor Dibayarkan, Ini Penjelasan Kadisdik Abdul Jamal

datariau.com
1.643 view
Dana Sertifikasi Guru di Pekanbaru Molor Dibayarkan, Ini Penjelasan Kadisdik Abdul Jamal
Dok.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

PEKANBARU, datariau.com - Pembayaran dana sertifikasi guru bakal molor dari jadwal yang ditetapkan. Hal ini bukan tanpa penyebab. Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal telah menguraikan penyebabnya.

"Ini bukan disebabkan kita, namun SK yang sudah masuk saat ini baru 800 orang. Penyaluran tunjangan sertifikasi guru untuk semester ke II atau triwulan III dan IV akan terlambat dari jadwal yang kita tentukan. Pasalnya SK yang masuk ke kita baru 800 orang dari total 4.000 orang," sebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Kamis (6/10/2016).

Ditanya apa penyebab SK itu belum semua sampai ke tangannya, Jamal menjelaskan bahwa SK untuk guru penerima sertifikasi dari Dirjen banyak belum rampung.

"SK yang sudah masuk baru untuk 800 orang, sedangkan data penerima ada 4.000 orang. Kita sudah usahakan secepatnya dengan memanggil guru dan absen," katanya.

Guna menghindari permasalahan baru, Jamal menyebut bahwa pihaknya tidak akan membayarkan guru yang SK-nya sudah masuk tersebut. Karena masih sangat sedikit dan takutnya akan terjadi persoalan nantinya sesama guru.

"Data yang masuk sama kita baru 20 persen. Jadi untuk saat ini dana sertifikasi belum bisa dibayarkan. Kita khawatir akan menuai polemik. Jadi lebih baik data itu masuk 75 persen, baru akan kita bayar," ulasnya.

Ketika ditanya terkait kesedian dana sertifikasi, Jamal sampaikan dananya sudah ada. "Uangnya ada. Tinggal minta maka dibayarkan. Namun harus diverifikasi SK. Yang jelas kita usahakan secepatnya," sebutnya.

Data tambahan, bahwa pencairan dana sertifikasi untuk triwulan ke III tergantung pada pengajuan dari Disdik Pekanbaru kepada BPKAD Pekanbaru. Jumlah dana yang dicairkan sendiri sekitar Rp 51 miliar yang diperuntukkan bagi 4.000 guru sertifikasi yang ada di Kota Pekanbaru.

Penulis
: Rina
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)