Belajar EO, Mahasiswa Dituntut Selenggarakan Event

datariau.com
1.049 view
Belajar EO, Mahasiswa Dituntut Selenggarakan Event
Foto: Fadhilah Korik Atul
Kampus UIN Suska Riau.
DATARIAU.COM - Mata kuliah event organizer (EO) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Suska Riau menuntut mahasiswa mengadakan sebuah event. Tuntutan yang berlaku untuk peminat Public Relations (PR) ini sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.

Mulanya dari seorang dosen yang mempunyai basic event organizer (EO) Tika Mutia. Dari pengalamannya yang sudah ia jalani selama delapan tahun, Tika selaku dosen Ilmu Komunikasi minat Public Relations mengarahkan anak didiknya untuk praktek langsung di mata kuliah ini.

"Sekarang sudah ada metode pembelajaran sesuai dengan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), jadi mahasiswa dituntut untuk turun langsung ke lapangan membuat event dan saya namakan kelas ini adalah kelas projek," jelas Tika.

Selama tiga tahun, lanjutnya, sudah ada beberapa event yang dihasilkan dari mahasiswa-mahasiswi Public Relations, diantaranya kompetisi film dokumenter, fun weekend family, bedah buku, acara yang berhubungan dengan hari nasional, dan lomba seni budaya.

Acara-acara tersebut dilangsungkan di gedung-gedung seperti pustaka wilayah, mal-mal yang ada di Pekanbaru dan juga kafe-kafe di kota Pekanbaru.

Tujuan dari dibuatnya metode pembelajaran terjun langsung ke lapangan ini agar mahasiswa-mahasiswi public relations dapat memanage suatu acara.

"Jadi dengan adanya praktek langsung, mahasiswa diajarkan bagaimana membuat sebuah konsep acara, bagaimana mereka mengorganize suatu acara dengan ide-ide yang kreatif namum tidak meninggalkan nuansa akademik, karena satatus mereka mahasiswa, dan juga mahasiswa-mahasiswi saya dapat pembelajaran pembuatan proposal standar di lapangan kerja seperti apa," jelas Tika.



Tidak hanya itu, dalam pembelajaran ini mahasiswa-mahasiswi sudah diajarkan bagaimana kestrukturan dalam dunia kerja. Dengan metode seperti ini, Tika juga berharap agar mahasiswa-mahasiswi tahu bagaimana dunia kerja dan memiliki soft skill dalam membuat sebuah acara.

"Saya ingin mahasiswa terjun ke lapangan supaya mereka tahu dalam dunia kerja dituntut harus memiliki soft skill, dituntut harus faighting dalam membuat acara, karena dalam dunia PR mengkonsep dan mengorganize acara adalah hal yang biasa, jadi mereka harus mempunyai soft skill dari sekarang agar di lapangan dan di dunia pekerjaan mereka akan terbiasa dengan hal-hal seperti itu," pungkasnya. (fad)
Penulis
: Fadhilah Korik Atul
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)