Begini Tata Cara Takbir Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

datariau.com
3.529 view
Begini Tata Cara Takbir Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah
Illustrasi

DATARIAU.COM - Mungkin sebagian dari kita sudah memahami bagaimana takbir Idul Fitri yang selama ini terdengar di telinga kita. Namun maukah kita mempelajari, bagaimana takbir yang diajarkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam?

Berikut beberapa perkara tentang perkara takbir hari raya Idul Fitri yang sangat penting kita ketahui dan jalankan sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam:

Lafal takbir

Terdapat beberapa macam lafal takbir Idul Fitri dan Idul Adha yang diriwayatkan dari para sahabat

Pertama:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

Lafal takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (H.r. Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kedua:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ

Lafal ini juga diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. (H.r. Ibnu Abi Syaibah)

Ketiga:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ ، الله ُأَكبَرُ و أَجَلُّ ، الله ُأَكبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

Takbir ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu. (H.r. Al Baihaqi, dalam As-Sunan Al-Kubra; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Keempat:

الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ  كَبِيراً

Lafal ini diriwayatkan dari Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu. (H.r. Abdur Razaq; sanadnya dinilai sahih oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar)

Waktu mengumandangkan takbir Idul Fitri

1. Takbir mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadan (malam tanggal 1 Syawal)

Allah berfirman,

وَ لِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (dengan bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.s. Al-Baqarah:185)

Ibnu Abbas mengatakan, “Wajib bagi kaum muslimin –apabila mereka telah melihat hilal Syawal– untuk bertakbir, mengagungkan Allah sampai selesai hari raya mereka.” (Tafsir Zadul Masir untuk ayat ini)

2. Batas berakhirnya takbir adalah setelah selesai shalat id

Dari Ibnu Abi Dzi’bin dari Az-Zuhri, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju lapangan pada Idul Fitri. Beliau bertakbir hingga tiba di lapangan dan sampai selesai shalat. Setelah selesai shalat, beliau menghentikan takbir. (H.r. Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kemudian, saat ini terdapat satu fenomena, yaitu takbiran pada hari raya secara berjamaah dengan menggunakan mikrofon, bahkan berkeliling kota sambil membawa bunyi-bunyian. Sebagaian beranggapan takbir ini sama seperti seperti adzan yang dikumandangkan melalui pengeras suara. Bagaimana hukum masalah ini?

Melakukan takbiran dengan berjamaah adalah satu hal yang keliru. Karena praktik ini menyimpang dari kebiasaan para sahabat. Demikian pula, praktik bertakbir menggunakan mikrofon juga keliru. Yang sesuai sunnah adalah tidak bertakbir secara berjamaah, namun bertakbir sendiri-sendiri. Sebagaimana keterangan riwayat dari Anas radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Dulu para sahabat ketika bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka ada yang sedang melantunkan laa ilaaha illallah.., dan ada yang melantunkan Allahu akbar…” dan mereka tidak seragam (dalam melantunkan takbiran)." (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 2, no. 31)

Semoga dapat difahami dan diamalkan.

Editor
: Ummu SH
Sumber
: Konsultasisyariah.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)