Banyaknya Baliho Dakwah di Kota Pekanbaru Bikin Takjub Ustadz Subhan Bawazier

datariau.com
5.559 view
Banyaknya Baliho Dakwah di Kota Pekanbaru Bikin Takjub Ustadz Subhan Bawazier
Ist.
Kajian Ustadz Subhan Bawazier di Masjid Imam asy-Syafi'i Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Jika anda berkunjung ke Kota Pekanbaru, akan sangat mudah ditemukan baliho atau reklame berukuran besar yang berisi tentang dakwah Islam. Tidak diketahui banyak orang siapa yang bermurah hati untuk mengeluarkan dana memasang reklame tersebut.

Kondisi ini membuat takjub Ustadz Subhan Bawazier dalam agenda dakwah safarnya ke Kota Bertuah Pekanbaru. Dia takjub saat mengelilingi Kota Pekanbaru menggunakan motor gede, di beberapa titik banyak terlihat baliho atau reklame berukuran raksasa membentang di pinggiran jalan dengan muatan isi dakwah.

"Pekanbaru luar biasa, banyak sekali baliho dakwah. Kalau di kota lain yang terpampang kebanyakan baliho maksiat, ajakan rokok, riba. Karena iklan rokok dimana-mana, iklan riba dimana-mana, jadinya anak-anak dan masyarakat ingin coba," sebut Ustadz Subhan dalam kajiannya di Masjid Imam Asy-Syafi'i Pekanbaru dengan tema "Menjadi Muslim yang Asik, Karena Islam Itu Asyik", Ahad (12/2/2017).

Disampaikan ustadz yang dengan ciri khas sangat akrab dengan anak motor ini, bahwa keberadaan iklan dan reklame dakwah sangat diperlukan. Karena hati itu memiliki jendela yakni mata dan telinga, ketika mata terbiasa melihat yang baik, maka hati akan baik, demikian juga telinga.

"Ayo iklankan, bahwa Islam itu rahmatan lil 'alamin, dimanapun Islam itu masuk dalam semua kondisi," ajaknya.

Dengan banyaknya baliho dan reklame dakwah di Kota Pekanbaru, salah satunya ajakan untuk menjauhi riba, dikatakan Ustadz Subhan, hal ini sangat baik dampaknya karena masyarakat selama ini tidak faham apa itu riba.

"Melihat balihio seperti ini, bisa geleng-geleng juga bank konfensional. Mari terus iklankan dakwah sunnah, sebelum bertebaran iklan konser musik. Iklankan sunnah kepada masyarakat, agar masyarakat merasakan indahnya beribadah dengan benar. Boomingkan Islam yang asyik," terangnya.

Dijelaskan juga oleh Ustadz, bahwa ketika masyarakat sudah memahami Islam dengan baik, maka aparat kepolisian tidak akan perlu kerja keras. "Saat di lampu merah, jangan khawatir pak Polisi, Islam mengajarkan taat kepada pemimpin, kami tidak melanggar lampu merah bukan karena takut polisi, namun karena Allah mengajarkan kami agar tidak membantah pemerintah," terang Subhan.

Benar saja, jika masyarakat sudah beragama dengan baik, maka mereka tidak akan melanggar lampu merah, tidak akan melanggar aturan, meskipun tidak dijaga polisi, karena masyarakat menyadari bahwa yang mengawasi mereka setiap saat adalah Allah yang Maha Melihat.

Penulis
: Riki
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)