Tiga Tahun Realisasi APBD Rendah, Pemkab Inhil Dinilai Lemah Membangun Daerah

datariau.com
1.019 view
Tiga Tahun Realisasi APBD Rendah, Pemkab Inhil Dinilai Lemah Membangun Daerah
Zulfadli
Anggota DPRD Inhil dari Komisi III, Zulbahri.

TEMBILAHAN, datariau.com - Sangat rendahnya realisasi pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir selama kepemimpinan HM Wardan mencerminkan tidak berpihaknya pemerintah kepada masyarakat.

"Melihat kondisi saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kita nilai tidak tegas dan terkesan tidak berniat untuk membangun daerah," ungkap Anggota DPRD Inhil dari Komisi III, Zulbahri, kemarin.

Kondisi tersebut kata Zulbahri terlihat jelas dengan masih rendahnya progres dan realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016, seperti di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

"Tidak ada ketegasan pemerintah, mereka tidak ada niat baik untuk membangun daerah. Padahal, masyarakat sudah menunggu janji janji pemerintah," kata Zulbahri lagi.

Menurut politisi Partai Nasdem Inhil ini, dirinya sampai tidak sanggup lagi untuk bertemu dan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan masyarakat, khususnya tentang belum berjalannya kegiatan dan program pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

"Pemda dan DPRD itu berdampingan. Namun pemerintah lah yang menjalankan semua kebijakan yang tel digariskan. Jadi kalau ada masalah yang terjadi di pemerintahan, tentu DPRD juga akan dipertanyakan oleh masyarakat," terangnya.

Untuk itu, Zulbahri berharap agar berbagai persoalan segera diselesaikan oleh Pemkab Inhil melalui semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga kondisi ini tidak berlarut-larut yang nyata nyata telah menghambat pembangunan daerah.

Untuk diketahui, hingga memasuki bulan kedua pada triwulan ketiga tahun anggaran 2016 ini, progres dan realisasi APBD di DBMSDA masih sangat rendah dan jauh dari harapan.

Dimana, dalam penjelasan Plt Kepala DBMSDA, Rudiansyah diketahui bahwa serapan anggara baru mencapai sekitar 1,250 persen untuk fisik dan 0,548 persen keuangan.

Rendahnya progres tersebut, menurut Asisten II Setda Inhil ini, dikarenakan belum dipastikannya apa saja yang termasuk dalam pengurangan anggaran 35 persen untuk setiap SKPD.

"Saya yakin, kalau tidak ada kendala Bulan Agustus ini akan meningkat cukup tajam, karena ada beberapa kegiatan sudah diumumkan pemenangnya, seperti 8 paket pekerjaan yang akhir-akhir ini cukup menjadi sorotan," terang Rudiansyah saat itu.

Editor
: Agusri.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)