Sutrisno, Warga Miskin di Kampar yang Berharap Bantuan Rumah Layak Huni

datariau.com
3.573 view
Sutrisno, Warga Miskin di Kampar yang Berharap Bantuan Rumah Layak Huni

TAPUNG, datariau.com - Sutrisno (35), seorang warga miskin mengaku dizolimi oleh inisial TW yang merupakan oknum Ketua OMS di Desa Tanjung Sawit kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. ‎

‎Sutrisno bukannya mendapatkan bantuan, malahan dia mengaku telah digunjingi tentang hal buruk yang disampaikan kepada dirinya Seperti pepatah lama yang  mengatakan "Sudah jatuh tertimpa tangga" dimana Sutrisno sudah tidak dapat bantuan RLH (Rumah Layak Huni), dia juga mengaku difitnah oleh oknum tersebut.

"Saya hanya bisa berpasrah kepada Allah saat ini, atas fitnah yang disebarluaskan TW dan MI, awalnya saya sudah pasrah karena tidak mendapatkan RLH, dimana dengan kondisi fisik saya yang cacat permanen dan sekedar untuk diketahui, pekerjaan saya hanya mencari brondolan (buah sawit yang jatuh tidak diambil pemiliknya, red) hidup menumpang di rumah orang dan mempunyai 2 orang anak," ungkapnya kepada datariau.com saat bertamu ke kediamannya beberapa waktu lalu.

Lanjut Sutrisno, oknum Ketua OMS dan SU yang merupakan oknum Kepala Desa menilai dirinya belum juga masuk ketegori yang layak untuk menerima RLH saat ini. Lebih ironisnya lagi, TW tega-teganya memberikan keterangan kepada wartawan yang sifatnya menjelek-jelekkan Sutrisno.

‎Informasi yang saya dapat dan saya dengar dari rekaman wartawan TW mengatakan saya tidak tau diri selama ini, sudah menumpang di rumahnya TW dan tanpa dipungut biaya sewa rumah. Parahnya lagi, katanya saya pernah didatangi TW dan MI untuk diberikan RLH namun saya tolak. Katanya selama ini pihak desa memberikan raskin secara gratis, itu semuanya bohong pak," terangnya lagi.

Sutrisno menjelaskan yang sebenarnya rumah yang ditempati bukan rumah TW melainkan rumah Muslim yang tinggal di Pekanbaru.

"Memang benar saya pernah didatanggi TW dan MI ,dalam pembicaraan kami mereka memberithu saya bahwa saya dapat rumah RLH dengan syarat harus bayar Rp5 juta dan di tanah yang telah di GPS PU Perkim Provinsi Riau sementara tapak tanah saya ada lantas karena tidak menyanggupi 5 juta yang dipintanya, saya pun akhirnya tidak dapat rumah RLH itu," beber Sutrisno.

Terkait bantuan Raskin, Sutrisno mengatakan dengan tegas bahwa setiap penerimaan raskin hanya sekali dirinya mendapat raskin tepatnya bulan lalu seberat 35 kg.

Sutrisno berharap kepada kepala desa Tanjung Sawit, Ketua OMS agar bersikap  adil dan bijaksana.

"Semoga dengan keluhan saya di media dapat terbaca oleh Bapak Azis Zainal Bupati Kampar dan melihat derita saya, karena saya yakin apa yang saya alami pasti dialami kawan-kawan lain yang berada di Desa saya maupun di Desa lainnya," pinta Sutrisno.

Penulis
: Windy
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)