RENGAT, datariau.com - Proyek drainase di Desa Sei Beras-Beras SP ll Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ) diduga dikerjakan asal-asalan juga tidak sesuai bestek. Belakangan tersiar kabar bahwa proyek itu diduga pula sebagai ajang korupsi oknum.
Direktur CV Intana, Surianto atau akrab disapa Atong selaku pelaksana proyek drainase Desa Sei Beras-Beras SP ll saat dikonfimasi mengatakan, yang kerjakan proyek tersebut bukan dirinya namun Anto warga Air Molek menggunakan CV miliknya.
"Jadi untuk mengenai dikerjakan sesuai bestek apa tidak tanya saja kepada Anto dan jangan kepada saya," terangnya kepada datariau.com saat dikonfirmasi, kemarin.
Diterangkannya lagi, bahwa untuk proyek itu Kabid di Dinas Perumahan Kawasan dan Permungkiman (Perkakim) Kabupaten Inhu Indra T sempat minta fee 5 persen namun tidak diberikannya dan disuruh minta kepada Anto sebagai pelaksana.
"Tanya saja nanti kepada Anto, benar tidak Kabid Indra minta fee 5 persen," tegasnya.
Sementara itu, Anto dikonfirmasi mebenarkan Kabid saat itu sempat minta fee 5 persen kepadanya namun tidak dikasih, dia sampaikan bahwa proyek itu adalah proyek Dandim, padahal proyek itu didapat dari Ketua DPRD Inhu Miswanto.
Ditanya mengenai pekerjaan tidak sesuai bestek, Anto juga menegaskan bagaimana mau berkerja sesuai bestek, belum apa-apa saja sudah keluarkan uang berbagai urusan bahkan uangnya Rp20 juta lagi belum keluar dari proyekitu.
"Sementara saya masih menanggung hutang di toko bangunan kurang lebih Rp5 juta lagi," terangnya.
Terpisah, Kabid Perkakim Inhu Indra T saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut. Dia menegaskan tidak ada menerima uang fee dari proyek tersebut.
"Haram kalau saya ada minta fee 5 persen, apalagi sampai menjual nama Dandim, proyek itu adalah Pokir (Pokok Pikiran) ketua DPRD Inhu pak Miswanto. Kalau ada saya minta fee 5 persen, jangankan 5 persen, 1 rupiah pun saya haramkan kalau ada saya makan uang dari proyek itu," tegasnya.
Indra juga mengungkapkan bahwa pekerjaan proyek itu oleh Anto tidak sesuai dengan jadwal kontrak.
"Anto itu yang tidak benar, dia kerja belum ada kontrak sudah kerja lebih dulu, iya kalau betul di situ lokasi proyeknya, bahkan banyak kawan-kawan yang membantu dia untuk selesaikan itu proyek," ungkapnya.
Persoalan ini akan semakin menarik untuk diikuti, karena pekerjaan itu mendapat sorotan dari berbagai pihak terutama masyarakat, karena terlihat tidak sesuai bestek, kini terungkap pula adanya indikasi penyimpangan pada pekerjaan.
Tim datariau.com akan terus memantau pekerjaan ini dan berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya untuk berita selanjutnya.