Ketika Sekda Inhu Tidak Menandatangani Berita Acara Baperjakat, Ada Masalah Apa dengan Bupati?

datariau.com
1.790 view
Ketika Sekda Inhu Tidak Menandatangani Berita Acara Baperjakat, Ada Masalah Apa dengan Bupati?
Heri
Sekda dan Bupati Inhu.

RENGAT, datariau.com - Persengketaan antara Bupati Inhu Yopi Arianto dengan Sekda Inhu Agus Rianto yang tidak lain adalah paman alias Pak Lek-nya sendiri semakin meruncing. Hal itu terlihat dengan tidak dilibatnya Sekda dalam berbagai aktifitas pemerintahan.

Salah satu contoh adalah tidak dilibatnyakannya Agus Rianto dalam mutasi pejabat eselon III dan IV belum lama ini, yang akhirnya menjadi temuan Inspektorat Provinsi Riau di BKD Inhu.

Karena Sekda tidak menorehkan tanda tangan pada surat badan pertimbangan jabatan dan pangkat (Baperjakat) No 820/BPJK-INHU/IX/2016/01 tentang Pengangkatan atau Pembebasan dalam jabatan Struktural eselon III dan IV di lingkungan pemerintah Kabupaten Inhu.

Ketua Baperjakat Agus Rianto yang juga menjabat Sekda Inhu tidak bersedia menandatangani berita acara itu tanpa ada alasan yang jelas.

Atas kejadian ini, akhirnya Petikan Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.332/IX/2016 tentang pengangkatan atau pembebesan dalam jabatan struktural eselon III dan IV di lingkungan pemerintahan Pemkab Inhu ditandatangani oleh Plt Asisten Administrasi Umum Ir H Hendrizal MSi.

Sementara itu Bupati Inhu Yopi Arianto di dalam keputusan Petikan Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.332/IX/2016 tentang pengangkatan atau pembebesan dalam jabatan struktural eselon III dan IV hanya sebagai tertanda.

Anehnya, mutasi pejabat eselon III dan IV tidak mengikutsertakan Ketua Baperjakat H Agus Rianto selaku Sekda Inhu dan Pembina Kepegawaian dan Pejabat Tertinggi ASN di lingkungan Pemkab Inhu tidak kunjung diikutsertakan.

Melihat kondisi ini, menjadi perhatian serius masyarakat Inhu. Mereka mempertanyakan perkara apa yang mengakibatkan Bupati dan Sekda tidak akur.

"Iya aneh saja, kan mereka itu masih keluarga, kok bisa tidak akur. Akhirnya roda pemerintahan jadi seperti ini," kata seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada datariau.com, Ahad (20/11/2016).

Warga lainnya juga berharap agar kisruh antara bupati dan sekda segera diakhiri dan dicari jalan kedamaian. "Bukannya apa, mereka ini kan pejabat daerah, kalau tidak akur yang susah nantinya kita-kita juga sebagai warga," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)