SIAK, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Siak telah berupaya mengucurkan bantuan untuk program penanggulangan kemiskinan, diantaranya bantuan program sosial terpadu berbasis keluarga yakni Raskin, sembako murah, rumah layak huni, beasiswa dan pelaratan, bantuan fakir miskin, yatim piatu, penyandang cacat, dan bantuan rumah tangga lansia miskin, serta bantuan sertifikasi tanah, fasilitasi bantuan hukum, bantuan sosial pada panti asuhan.
Turut hadir dalam kesempatan itu Kadisos Kabupaten Siak Nurmansyah serta Camat dan Penghulu Kampung Se-Kabupaten Siak dan peserta Bimtek yang terdiri dari aparatur kecamatan dan kampung.
Selain itu, program berbasis pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan otomotif, menjahit, bordir, pengelasan dan manajemen kewirausahaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, untuk mengakurasikan profil penerima dan memudahkan pemerintah untuk memonitoring penyaluran program sosial dan meminimalisir segala bentuk penyelewengan, Kementerian Sosial menawarkan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang sudah berjalan di kabupaten/kota lain, kepada Pemerintah Kabupaten Siak.
"SLRT ini merupakan sistem untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan. Sistem ini juga untuk membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat sekaligus menyodorkan solusinya," kata Luluk Sugianto Kasi Pekerja Sosial Direktorat Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial di Kantor Bupati Siak.
Selanjutnya Luluk mengutarakan sebagai percontohan di Riau, pihaknya menunjuk Kabupaten Siak dan kota Pekanbaru. Kabupaten Siak dinilai lebih siap melaksanakan program ini, karena di dukung sumber daya manusia dan koordinasi yang kuat dengan OPD dan lembaga terkait lainnya.
"Karena Siak telah siap untuk melaksanakan program ini, makanya hari ini dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SLRT dan Pusat Kesejahteraan Sosial," terangnya.
Luluk menjelaskan kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pengurus pemerintahan yang ada dikampung tentang penyusunan data masyarakat penerima bantuan baik dari daerah maupun pusat.
Sementara itu Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi saat membuka kegiatan, Rabu (25/10/2017) kemarin mengapresiasi program dari Kementerian Sosial tersebut. Banyaknya persoalan pelayanan masyarakat miskin yang belum terselesaikan yang menyebabkan penanggulangan kemiskinan belum maksimal.
"Penyelenggaraan SLRT ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan memberikan solusi layanan yang dibutuhkan secara cepat, tepat dan efisien," kata Alfedri diruang rapat Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak.
Mantan Camat Minas dan Tualang itu menuturkan saat ini masyarakat dan aparat terkait, harus bisa menggunakan Teknologi Informasi (IT). Terkait hal itu dirinya meminta kepada peserta untuk memahami tugas dan peranya masing-masing, sehingga penyelenggaraan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan nantinya.
"Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, kita semua dapat memperoleh manfaat dan bisa mengemban fungsi utama dari SLRT. Kemudian dapat mengelola data penduduk miskin dan rentan miskin, penanganan pengaduan masyarakat di berbagai program perlindungan sosial dan rujukan layanan sosial dari masyarakat," imbuhnya.
Kemudian dalam sambutannya Alfedri menegaskan agar dapat berkoordinasi dari dinas terkait bersama pengurus di kampung seperti camat dan penghulu saling senantiasa memvalidkan data, terkait masyarakat penerima, karena program bantuan ini harus sesuai data dilapangan, sehingga menunjang penyaluran bantuan tepat sasaran.
"Bantuan bagi masyarakat miskin dikucurkan dengan harapan setiap tahun kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat lebih membaik. Sehingga terukur sejauh mana program masyarakat sejahtera tepat sasaran," tutupnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah alat penunjang pengumpulan data SLRT diserahkan seperti 50 unit Tablet Android, 3 unit Laptop dan 3 unit Komputer dan pemasangan pin kepada masing-masing perwakilan peserta Bimtek.