Pengangkatan Honorer K2 Jadi PNS Dibatalkan, BKD Pekanbaru Belum Terima Surat Edaran

1.278 view
Pengangkatan Honorer K2 Jadi PNS Dibatalkan, BKD Pekanbaru Belum Terima Surat Edaran
Guru honorer saat mendatangi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. (foto: doc data)
PEKANBARU, datariau.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, beberapa waktu lalu telah membatalkan pengkatan tenaga honerer K2 menjadi PNS di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru Azharisman Rozie mengatakan, bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru belum menerima surat edaran dari kementerian terhadap pembatal pengangkatan K2 menjadi PNS.

"Secara resmi kita belum terima suratnya dari pusat. Namun info itu baru kita lihat dari pemberitaan media yang mengatakan bahwa pengangkatan K2 dibatalkan," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu kemarin.

Untuk diketahui, dari 900 tenaga honorer kategori 2 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini masih ada 460 tenaga honorer kategori 2 yang belum diangkap menjadi PNS.

Kendati demikian, Rozie masih berharap agar 460 pegawai honorer K2 bisa diangkat. Oleh sebab itu, pihaknya masih menunggu surat resmi mengenai batal atau tidaknya pengangkatan honorer K2 menjadi PNS.

"Kita prihatinlah dengan kabar tersebut. Tetapi kita masih berharap, mudah-mudahan ini tidak benar. Kasihan mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun," katanya.

Seperti diberitakan, pemerintah pusat membatalkan pengangkatan pegawai honorer K2 menjadi CPNS pada 2016 mendatang. Keputusan itu diambil karena pemerintah tidak punya dana untuk mengangkat sekitar 430 ribu honorer K2 se-Indonesia.

Menpan-RB Yuddy Chrisnandi sudah meminta anggaran tambahan Rp28 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp16 miliar bakal digunakan untuk penyelesaian honorer K2. Sayangnya, anggaran tersebut ternyata tidak ada. (syi)

Kumpulan berita Assessment Pemko Pekanbaru klik Disini atau bisa juga Disini

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)