DATARIAU.COM - Kondisi di Gaza semakin memprihatinkan, kejahatan Zionis Yahudi semakin melanggar perikemanusiaan dan menunjukkan kebiadaban yang sangat luar biasa. Serangan Israel yang terus menghantam Gaza mengakibatkan tewasnya puluhan orang setiap hari.
Anak-anak menjadi korban terbesar dalam konflik ini. UNICEF melaporkan ribuan anak di Gaza menderita kekurangan gizi parah. Dengan sistem pangan yang mengalami kehancuran total, kelaparan yang semakin parah membuat keluarga terpaksa mempertaruhkan nyawa demi makanan, sementara tingkat kekurangan gizi akut pada anak-anak meningkat dua kali lipat.
Program pangan dunia menegaskan bahwa satu dari tiga orang di Gaza tidak mendapatkan makanan selama beberapa hari, dengan lebih dari 700.000 orang mengungsi sejak gencatan senjata gagal pada 18 Maret. (Aljazeera, 8/7/2025)
Bungkamnya Penguasa Negeri Muslim
Meski rakyat telah berusaha dan menunjukkan keberpihakannya namun penguasa dunia tetap diam, bahkan penguasa negeri Muslim yang berkhianat secara terang-terangan dengan terus menjalin kerjasama dengan penjajah zionis ataupun sekutunya. Padahal Allah telah melarang untuk kaum muslim melakukan kerjasama kepada musuh-musuh Islam yang jelas-jelas memerangi kaum muslim.
Sebagaimana firman Allah Subahanahu wa ta'ala: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir. (Qs. Ali Imran [3]: 118).
Kuatnya cinta pada kedudukan dan kekuasaan membuat para penguasa negeri muslim buta mata dan hatinya dan lalai akan hubungan persaudaraan atas dasar iman. Padahal sudah jelas dalam sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam:
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya)”. (Shahih Muslim 4685)
Selain itu, sudah banyak juga fatwa ulama yang menyerukan jihat. International Union Of Muslim Scholars (IUMS) mengeluarkan fatwa jihad melawan Israel, Majelis Ulama Indonesia (MUI Sulawesi Selatan) juga mengeluarkan Maklumat Dukungan Fatwa Jihad Melawan Israel. Maklumat tersebut ditetapkan di Makassar pada 10 Syawal 1446 H yang bertepatan tanggal 09 April 2025 M dengan nomor Maklumat-02/DP.P.XXI/IV/Tahun 2025 tentang Dukungan Fatwa Jihad Melawan Israel. (MPU Aceh. 16/04/2025)
Namun sayangnya, seruan jihad ini tidak terealisasi karena umat muslim masih terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara muslim di dunia dan dibatasi oleh nation-state atau negara bangsa.
Umat Islam Harus Bersatu
Tidak ada cara lain selain persatuan umat dan seruan jihad fi sabilillah sebagai solusi menyeluruh untuk pembebasan Palestina. Penyelesaian konflik Palestina tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi atau bantuan kemanusiaan.
Seluruh umat Islam memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam upaya menegakkan Islam, karena hanya dengan penerapan syariat Islam seruan jihat bisa terlaksana, tidak ada lagi sekat antar umat Islam di dunia, sehingga mampu menyingkirkan kebiadaban zionis laknatullah. Allahu a'lam bishawab.***