Sudah Merdeka Kita?

Penulis: Yuliana SSos
datariau.com
1.135 view
Sudah Merdeka Kita?
ILUSTRASI: Lomba memanjat batang pinang menjadi tradisi menyemarakkan hari kemerdekaan Indonesia.

DATARIAU.COM - Agustus adalah bulan kemerdekaan, berbagai kegiatan dan perlombaan kian ditampilkan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan. Pertanyaannya, apakah kita sudah merdeka seutuhnya?

Bangsa Indonesia sudah tidak lagi dijajah secara fisik, tetapi kita saat ini dijajah secara pemikiran.

Peringatan kemerdekaan tidak memberikan kesan berarti untuk semua masyarakat tapi hanya berupa seremonial belaka.

Hari-hari bangsa Indonesia masih menitikkan air mata kesedihan. Gambaran kemiskinan makin menjelaskan keadaan kita yang jauh dari kata merdeka, konon katanya hidup di negeri yang makmur.

Kebijakan ekonomi masih merujuk pada kapitalisme, ironisnya hukum kita seolah tak berpihak pada rakyat jelata.

Petani telah diusir halus dari tanahnya yang subur karena pangan dipasok dari luar negeri.

Asing menjamah negeri kita dengan menyingkirkan tenaga kerja asli Indonesia dan digantikan oleh mereka, dengan dalih ketiadaan skill bangsa kita.

Pendidikan tinggi yang katanya hak dasar rakyat pun masih menjadi mimpi mahasiswa yang keterbatasan ekonomi, terbukti dari naiknya UKT yang melampaui kemampuan ekonomi orang tua.

Belum lagi kasus korupsi silih berganti yang tak jelas penghujungnya. Rakyat hanya jadi penonton yang tak bisa berbuat apa-apa.

Judi online, pinjaman online, prostitusi online, seolah jadi mainan baru rakyat yang tak hanya menimpa orang dewasa, tapi juga anak-anak dibawah umur.

Mengapa bisa terjadi? Karena tersedianya sarana tersebut, dan pemerintah belum mampu memberantas itu semua.

Budaya asing masuk tanpa filter yang menjadi acuan hanya keuntungan segelintir orang, dengan kedok bisnis yang akan memajukan perekonomian rakyat, tapi ternyata akhlak generasi tak lagi terhormat.

Maruah kita benar-benar dikoyak paksa dengan era moderen yang tak lagi bisa disetir agama.

Paham kapitalisme menguasai kita. Memisahkan kehidupan dari agama. Sehingga kita hidup seolah dalam aturan manusia bukan aturan Allah.

Dari tahun ke tahun, merayakan seremonial kemerdekaan, apa yang kita dapatkan hanya lelucon di atas penderitaan kita sendiri, hanya mentertawakan nasib kita sebagai rakyat yang terzalimi.

Merdeka yang hakiki yaitu bebas dari cengkeraman asing dan aseng dalam kehidupan kita. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)