Miris, Banyak Orang Indonesia Lebih Bangga Bahasa Inggris

Admin
351 view
Miris, Banyak Orang Indonesia Lebih Bangga Bahasa Inggris

DATARIAU.COM - Dalam era modern saat ini, orang-orang lebih tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan bangsa Indonesia kurang percaya diri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai identitas diri bangsa.

Hingga kini, orang Indonesia lebih bangga pakai bahasa Inggris ataupun istilah asing. Mengenai hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya dalam pembicaraan keseharian para orang tua lebih membiasakan anaknya bercakap-cakap dalam bahasa asing (Inggris). Bahkan di sekolah sekalipun lebih memprioritaskan pengajaran mata pelajaran bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, tak jarang banyak anak yang tumbuh dengan pemahaman yang lebih condong terhadap bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.

Orang Indonesia cenderung merasa kurang gaya dan merasa tidak gaul kalau tidak menggunakan bahasa Inggris baik itu dalam percakapan ataupun tulisannya. Padahal mereka bukan sedang berkomunikasi dengan orang asing.

Seperti, banyak dijumpai orang-orang melalui media sosial (Facebook, Twitter, Instagram) yang membuat status dengan menggunakan bahasa Inggris. Padahal, teman-teman yang ada di media sosial tersebut rata-rata orang Indonesia dan belum tentu mereka bisa memahaminya.

Kadang sampai berpikir “jangan-jangan mereka yang gemar membuat status di media sosial dengan bahasa Inggris tersebut karena ingin menunjukkan ataupun memamerkan keahliannya dalam bahasa Inggris?”

Padahal apakah orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris tersebut sudah begitu memahami bagaimana berbahasa Indonesia dengan baik dan benar?.

Tidak jarang orang Indonesia pun terkadang masih salah dalam pengucapan bahasa Indonesia yag baik dan benar itu sendiri.

Kebiasaan Orang Indonesia

Bila diperhatikan, kebiasaan orang-orang Indonesia yang lebih bangga berbahasa Inggris rupanya telah mewabah kemana-mana. Perguruan tinggi, instansi, para pelaku bisnis, penerbit, penulis, hingga orang-orang yang berkecimpung di jagat pertelevisian Indonesia lebih memilih menamakan acarannya dengan bahasa Inggris daripada menggunakan bahasa Indonesia, dan tentu realitas ini adalah sebuah ironi.

Kita sangat mengerti bahwa dalam mempelajari berbagai jenis bahasa itu penting, terlebih ketika mereka yang akan berkunjung atau bermukim dalam waktu lama di luar negeri. Namun, ketika sedang berkomunikasi dengan sesama orang Indonesia, apakah perlu menggunakan bahasa yang bukan merupakan ciri khas kita? Apakah merasa begitu malu berbahasa Indonesia? Lalu kenapa tinggal di Indonesia kalau malu menggunakannya?

Dalam hal ini seolah-olah menandakan bahwa perjuangan para ilmuan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) secara politik menjadi tidak sebangun dengan perjuangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa resmi pergaulan dari kehidupan keseharian masyarakat negeri ini. Tak pelak, semangat sumpah pemuda terkesan semakin memudar dan tidak lagi menjadi pengetahuan kolektif dalam mencetak karakter bangsa. Akibatnya, muncul kesan bahwa bahasa Indonesia lebih rendah dari bahasa Inggris.

Bangga Menggunakan Bahasa Indonesia

Sudah sepatutnya ketika kita merasa bangga menggunakan bahasa Indonesia, sebab ini dapat memunculkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia dan tentunya banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai bangsa Indonesia. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengimplementasi rasa bangga ini.

Diantaranya dengan tidak mencampuradukan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, baik dalam ragam tulis maupun lisan. Selain itu ketika menggunakan bahasa Indonesia pada ragam tulis, sangat perlu digunakan kaidah kebahasaan yang benar, agar pesan yang dimaksud sampai kepada pembaca dan kaidah kebahasaan tetap terjaga.

Memang tidak mudah mengubah cara pandang kita selama ini terhadap bahasa Indonesia. Umumnya selama ini bahasa Indonesia tampak kaku, padahal tidak demikian. Sangat banyak diksi dalam bahasa Indonesia yang dapat dipilih sesuai konteks, situasi, dan kondisi penggunaannya sehingga tidak tampak kaku.

Jadi kita berharap mudah-mudahan tulisan singkat dan sederhana ini dapat membuka pikiran kita ataupun dapat menjadikan bahan renungan untuk bersama. Lewat tulisan ini pula, saya mengajak para pembaca agar lebih bangga berbahasa Indonesia, bahasa yang menjadi pemersatu bangsa. ***

Oleh: Dewi Aisyah Lestari

(Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)