Mengais Persatuan Umat di Antara Reruntuhan Gaza

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
87 view
Mengais Persatuan Umat di Antara Reruntuhan Gaza
Ilustrasi. (Foto: Int.)

Maka lihatlah kembali bagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mematikan langkah propaganda Yahudi Bani Khaibar, Bani Khuroizoh, Bani Qainuqo', dan Bani Nadzir. Setelah masyarakat Madinah membaiat beliau shalallahu alaihi wasallam dan menancapkan kekuasaan Islam, jihad dalam komando beliau sebagai pemimpin negara adalah kuncinya. Komunikasi yang efektif bagi para penjajah muhariban fi'lan hanyalah perang. Tidak ada bahasa yang lain.

Begitu pula saat Umar bin Khattab menjadi amirul mukminin. Ia radhiyallahu anhu bahkan mendapatkan tanah Syam tanpa perlawanan. Tapi ingat, posisinya waktu itu adalah sebagai pemimpin kaum muslim secara keseluruhan. Atau bagaimana Shalahudin Al Ayyubi membebaskan kembali tanah Baitul Maqdis tersebut. Atau juga saat Sultan Abdul Hamid II dengan gagahnya mengusir Theodor Herzl si pencetus negara Isarel Raya saat menawar tanah Palestina dengan sekantong uang.

Maka belajarlah dengan benar dari sejarah umat ini. Para pendahulunya adalah pemimpin ulung dua per tiga wilayah planet bumi yang memiliki kewibawaan tinggi di mata penguasa lainnya. Namun itu diperoleh berkat bersatunya umat Islam dalam satu institusi negara yaitu daulah Islam.

Yakinlah, satu-satunya hal yang paling ditakuti musuh Islam saat ini adalah bersatunya umat Islam di seluruh penjuru dunia dalam bingkai negara kekhilafahan. Itulah mengapa umat Islam dipecah belah menjadi beberapa negara dalam batas nasionalisme. Supaya mereka terpecah dalam hal perasaan, pemikiran, dan aturan. Lebih dari itu memudahkan penjajah untuk mengontrol pergerakan negeri-negeri muslim melalui kaki tangan mereka para komprador, yaitu pemimpin negeri muslim yang membebek pada Barat penjajah.

Sungguh janji Allah itu nyata, sangat nyata. Dan khilafah adalah janji Allah yang bukan hanya untuk sekadar ditunggu kehadirannya. Namun memiliki empati perjuangan seperti para pendahulu kaum muslim adalah tanda atas wujud cinta yang sesungguhnya kepada Islam.

Wallahu a'lam bishowab. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)