SMM PANEL INDO

Maulid Nabi: Antara Seremoni, Kecintaan, dan Arah Perubahan Umat

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
143 view
Maulid Nabi: Antara Seremoni, Kecintaan, dan Arah Perubahan Umat

Menentukan Arah Masa Depan


Pada akhirnya, Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Ia semestinya menjadi momentum untuk menentukan arah masa depan.

Umat Islam perlu kembali mempelajari bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun perubahan, bagaimana beliau membentuk generasi, bagaimana beliau menyelesaikan persoalan masyarakat, serta bagaimana wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi landasan dalam kehidupan.

Jika umat benar-benar merindukan kemuliaan yang pernah diraih generasi Islam, maka kerinduan itu harus diwujudkan dalam upaya mendekatkan kehidupan kepada petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti mencintai risalah yang beliau bawa. Menghormati perjuangannya berarti mengambil pelajaran dari perjuangan tersebut. Dan memperingati Maulid Nabi semestinya tidak hanya membuat umat semakin mengenal sosok Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi juga semakin memahami misi kerasulan yang beliau emban.

Karena itu, mari menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk keluar dari ruang seremoni menuju ruang kesadaran. Dari sekadar mengenang menuju meneladani. Dari sekadar mencintai secara lisan menuju membuktikan kecintaan dalam kehidupan.

Sebab, Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita mengingat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi juga tentang bagaimana kita menentukan arah kehidupan setelah mengenalnya. Wallahu a’lam.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)