Kesejahteraan Guru Butuh Perhatian

Oleh: Sri Lestari, ST
datariau.com
587 view
Kesejahteraan Guru Butuh Perhatian
Ilustrasi. (Foto: Internet)

Berbeda dengan sistem Islam. Dalam sistem Islam, pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat. Selain itu, gaji guru menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh negara. Dalam sistem Islam guru adalah sosok yang membentuk peserta didik menjadi generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang Islam. Peserta didik tidak hanya melejit dalam bidang akademik namun peserta didik juga terbentuk menjadi generasi yang memiliki kepribadian yang baik yakni Islam. Dari tujuan pendidikan seperti ini maka tugas seorang guru sangatlah berat. Maka dari itu, negara sangat berperan dan hadir untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan.

Dalam Islam guru mendapatkan fasilitas dan kesejahteraan yang telah dijamin oleh negara. Dalam penggajian guru, negara akan memberikan gaji terbaik untuk guru. Disamping itu, negara juga memberikan pendidikan yang gratis bagi seluruh rakyat negara. Hal demikian terlihat dalam catatan sejarah saat sistem Islam diterapkan, pada masa khalifah Umar bin Khathab ra. gaji guru mencapai 4-15 Dinar per bulan. Jika kita kalkulasi 1 dinar 4,25 gram emas. Jika saat ini harga emas 1,5 juta per gram. Maka gaji guru mencapai Rp 25.500.000 hingga Rp 95.625.000 per bulan. Pada masa Khilafah Abbassyiah memberikan gaji guru yang sangat fantastis yakni 83,3 dinar per bulan. Maka gaji guru mencapai Rp 531 juta per bulan. Sungguh gaji yang fantastis.

Sumber pendanaan untuk menggaji guru dan memberikan pendidikan yang gratis bagi seluruh rakyat bukan dari hutang. Ada dua sumber pendanaan yakni Pertama, pos fai dan kharaj yang merupakan kepemilikan negara, seperti ghanimah, khumus, jizyah, dan dharibah (pajak). Terkait pajak, hanya dipungut ketika kondisi di baitul mal kosong dan hanya di ambil dari rakyat muslim yang kaya saja, bentuk pengambilannya hanya seketika tidak terus menerus dan tidak menjadi pemasukan utama negara.

Kedua, pos kepemilikan umum, seperti sumber kekayaan alam, tambang minyak dan gas, hutan, laut, dan hima (milik umum yang penggunaannya telah dikhususkan). Sumber daya alam di kelola oleh negara dan hasilnya untuk kepentingan umum.
Dengan mendudukkan begitu berat dan besarnya peran guru dalam mendidik generasi dan sumber pendanaan tidak bertumpu pada hutang maka kesejahteraan guru akan terjamin. Dari sini tampak jelas dengan kembali pada konsep Islam dalam memandang pendidikan dan menetapkan sumber pendanaan dengan benar masalah kesejahteraan para guru dapat terselesaikan.***

Tag:Guru
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)